Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan
TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mengambil kebijakan untuk menerapkan pembelajaran secara daring bagi seluruh sekolah. Kebijakan tersebut diambil menyusul kondisi kualitas udara yang menurun akibat kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kabut asap dalam beberapa hari terakhir menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan, termasuk Kabupaten Kukar, Kalimantan Timur (Kaltim) Kondisi tersebut turut menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak yang beraktivitas di luar ruangan.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan kondisi udara di sejumlah wilayah Kaltim saat ini mulai masuk kategori kurang sehat. Karena itu, pemerintah daerah memilih mengurangi aktivitas anak-anak di luar rumah dengan menerapkan pembelajaran dari rumah.
“Memang untuk seluruh wilayah Kaltim, itu untuk kondisi udara itu memang sudah tidak layak lagi. Maksudnya bukan tidak layak, sudah agak kurang sehat untuk kondisi udara di luar,” ujarnya. Selasa (1/9/2026)
“Oleh karenanya, kami akan mengambil kebijakan untuk anak-anak sekolah, akan kita belajar secara daring di rumah, dan kita berharap para orang tua itu bisa menjaga anak-anak mereka di rumah,” sambungnya.
Aulia menyebut kebijakan tersebut rencananya mulai diterapkan pada Kamis. Saat ini, pemerintah masih menyiapkan berbagai kebutuhan agar kegiatan belajar mengajar secara daring dapat berjalan dengan baik.
“Kemungkinan hari Kamis kita sudah mulai. Ini sekarang kita siapkan,” ujarnya.
Pemkab Kukar belum menetapkan durasi penerapan pembelajaran daring. Evaluasi akan dilakukan secara berkala dengan melihat perkembangan kualitas udara di wilayah Kukar.
Selain persoalan pembelajaran, pemerintah juga menyiapkan skema agar pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada pelajar tetap berjalan selama kegiatan belajar dilakukan dari rumah.
“Nah ini yang kami sudah instruksikan ke dinas pendidikan bahwa untuk berkoordinasi dengan pihak BGN bagaimana teknis pemberian MBG selama belajar dari ini.”
Di sisi lain, Aulia mengungkapkan adanya peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah kondisi kabut asap. Menurutnya, jumlah kasus saat ini meningkat signifikan dibandingkan kondisi normal.
“Sekarang kasusnya naik 200% dari kasus biasa.” pungkasnya.
Peningkatan tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi aktivitas masyarakat di luar ruangan.
Pemkab Kukar juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan perlindungan diri ketika harus beraktivitas di ruang terbuka. Salah satunya dengan menggunakan masker untuk mengurangi paparan udara yang tercemar asap.
“Dan kita menghimbau melalui dinas kesehatan untuk seluruh warga masyarakat ketika beraktifitas di luar gedung atau di tempat udara terbuka itu dengan menggunakan alat pelindung diri berupa masker,” katanya.
Selain langkah tersebut, pemerintah daerah juga akan menggelar doa bersama sebagai bentuk ikhtiar menghadapi kondisi kabut asap dan berharap situasi segera membaik.


