Kualitas Udara Kaltim Memburuk, Kutai Barat Tembus Level Berbahaya

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Indeks Standar Pencemar Udara Kabupaten Kubar per hari ini. (Foto: ISPU KemenLH go.id)
Indeks Standar Pencemar Udara Kabupaten Kubar per hari ini. (Foto: ISPU KemenLH go.id)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kualitas Udara Kaltim Memburuk, Kutai Barat Tembus Level Berbahaya

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Indeks Standar Pencemar Udara Kabupaten Kubar per hari ini. (Foto: ISPU KemenLH go.id)
Indeks Standar Pencemar Udara Kabupaten Kubar per hari ini. (Foto: ISPU KemenLH go.id)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kualitas Udara Kaltim Memburuk, Kutai Barat Tembus Level Berbahaya

Indeks Standar Pencemar Udara Kabupaten Kubar per hari ini. (Foto: ISPU KemenLH go.id)

Reporter: Herdiansyah l Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim mengintensifkan pemantauan kualitas udara ambien menyusul meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan.

Berdasarkan data aplikasi ISPUnet per 30 Agustus 2026 pukul 16.00 Wita, kualitas udara di sejumlah wilayah Kaltim mengalami fluktuasi cukup signifikan.

Kepala DLH Kaltim, Joko Istanto, mengatakan penurunan kualitas udara tidak terlepas dari sebaran asap karhutla yang berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah.

“Penurunan kualitas udara ini erat kaitannya dengan sebaran asap akibat karhutla,” kata Joko.

Ia menjelaskan, bahwa jika mengacu pada Permen LHK Nomor P.14/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2020, ISPU terbagi menjadi lima kategori, yakni Baik 0–50, sedang 51–100, tidak sehat 101–200, sangat tidak dehat 201–300, dan Berbahaya ≥301.

Dari rekapitulasi stasiun ISPUnet yang ada, kata dia, Kutai Barat menjadi wilayah dengan kondisi udara paling mengkhawatirkan. Stasiun pemantauan di Sendawar mencatat ISPU mencapai 318 atau masuk kategori Berbahaya.

"Angka tersebut memang mengalami penurunan dibanding pemantauan yang sempat mencapai 376, namun tetap berada pada level yang harus diwaspadai," tegasnya. 

Sementara itu, kawasan Samboja, Kutai Kartanegara, yang berada di sekitar wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), juga menunjukkan kualitas udara yang kurang baik. Titik Sanipah KPIKN mencatat ISPU 105 atau kategori Tidak Sehat, sedangkan Wonotirto KPIKN mencapai 180, yang juga masuk kategori Tidak Sehat.

"Untuk sejumlah wilayah lainnya masih berada dalam kategori Sedang. Taman Segiri Samarinda tercatat 67, Balikpapan Sepinggan 64, Penajam Paser Utara 70, sementara kawasan IKN di Sepaku berada pada kisaran 56–73," terangnya.

Sedangkan di Kota Bontang menjadi salah satu wilayah dengan kondisi udara yang relatif lebih baik. Indeks tercatat 50, tepat berada pada batas atas kategori Baik.

"Kami akan terus melakukan pemantauan kualitas udara untuk melihat perkembangan pencemaran sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan apabila kondisi udara semakin memburuk," pungkasnya.