Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Kekhawatiran masyarakat Kabupaten Berau terhadap kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai menemukan titik terang. Setelah beberapa hari warga dihadapkan pada antrean panjang dan pembelian berulang, pasokan BBM dipastikan kembali bergerak dan tanker pengangkut BBM telah bersandar di dermaga Jobber Maluang.
Kepastian tersebut disampaikan Wakil Bupati Berau, Gamalis, setelah turun langsung mengecek kondisi stok dan proses distribusi di Jobber. Langkah itu dilakukan untuk memastikan penyebab tersendatnya pasokan sekaligus mengetahui kapan BBM kembali tersedia di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Gamalis mengatakan, berdasarkan hasil pengecekan dan koordinasi dengan pihak Pertamina, distribusi BBM ke Berau pada dasarnya tidak mengalami persoalan besar. Namun, proses kedatangan kapal tanker terkendala kondisi alur pelayaran dan pasang surut air laut. Bahkan, pasokan yang semestinya tiba sejak 27 Agustus lalu harus menunggu kondisi perairan memungkinkan kapal masuk dan bersandar di jetty.
“Insyaallah hari ini sudah ada di semua SPBU. Paling tidak siang, mudah-mudahan sudah tersedia,” ujar Gamalis.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan karena pasokan dalam jumlah besar telah disiapkan. Berdasarkan informasi yang diterima dari pihak Jobber, pasokan yang masuk melalui satu kapal tanker tersebut mencapai 3.000 kiloliter (KL) Biosolar, 500 KL Pertamax, dan 1.500 KL Pertalite.
SPP Jobber Berau, Haryono, menjelaskan keterlambatan sebelumnya dipengaruhi kondisi alur pelayaran yang cukup padat. Kapal tanker juga harus menyesuaikan waktu sandar dengan ketinggian air karena jetty membutuhkan kedalaman tertentu agar kapal dapat masuk dengan aman.
“Untuk sandar di jetty kita, diperkirakan air harus sekitar dua meter. Saat ini baru sekitar 0,5 meter, sehingga masih menunggu pasang,” jelas Haryono.
Kini, setelah tanker berhasil sandar di dermaga Jobber Maluang, proses penyaluran BBM ke SPBU akan dioptimalkan. Haryono menyebut pengiriman dilakukan berdasarkan permintaan masing-masing SPBU agar kebutuhan masyarakat dapat segera dipenuhi.
Selain memastikan distribusi, Pertamina bersama Pemkab Berau juga akan memperketat pengawasan di lapangan. Pemeriksaan akan diarahkan terhadap kendaraan yang melakukan pengisian BBM berulang, yang dinilai berpotensi memperparah antrean dan mengganggu pemerataan pasokan.
“Untuk pengiriman ke SPBU akan kami optimalkan berdasarkan permintaan. Bersama Pemerintah Kabupaten Berau, kami juga akan melakukan penataan dan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melakukan pengisian, khususnya yang terindikasi melakukan pengisian berulang,” kata Haryono.
Gamalis meminta masyarakat ikut menjaga situasi tetap kondusif dengan tidak melakukan panic buying. Menurutnya, perilaku membeli BBM secara berlebihan justru dapat membuat masyarakat lain kesulitan mendapatkan bahan bakar.
Ia mengajak masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan memanfaatkan pasokan secara efisien. Pemerintah, kata dia, bersama Pertamina akan terus memantau distribusi agar ketersediaan BBM dapat kembali normal dan merata di seluruh SPBU di Berau.
“Jangan sampai karena ada yang mengambil berlebihan, masyarakat lain justru dirugikan. Mari kita sama-sama menjaga dan menggunakan BBM yang ada di Kabupaten Berau sebaik dan seefisien mungkin,” tegasnya. (Adv)



