Dua Anak yang Hilang saat Bermain di Sungai Loa Janan Ditemukan Meninggal Dunia

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Evakuasi korban tenggelam di loa janan. (Foto: Timsar Gabungan)
Evakuasi korban tenggelam di loa janan. (Foto: Timsar Gabungan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dua Anak yang Hilang saat Bermain di Sungai Loa Janan Ditemukan Meninggal Dunia

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Evakuasi korban tenggelam di loa janan. (Foto: Timsar Gabungan)
Evakuasi korban tenggelam di loa janan. (Foto: Timsar Gabungan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dua Anak yang Hilang saat Bermain di Sungai Loa Janan Ditemukan Meninggal Dunia

Evakuasi korban tenggelam di loa janan. (Foto: Timsar Gabungan)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - Dua anak yang sebelumnya dilaporkan hilang saat bermain di aliran Sungai Loa Haur, Desa Bakungan, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), akhirnya ditemukan. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kedua korban diketahui bernama David Arthafaris Wijayanto (7) dan Aidil (7).

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kukar, Fida Hurasani, menyampaikan kedua korban telah berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam pencarian yang dilakukan di sekitar lokasi kejadian.

“Alhamdulillah, kedua korban sudah ditemukan,” kata Fida. Selasa (1/9/2026)

Ia menjelaskan, kedua korban ditemukan di lokasi yang berbeda. Korban pertama ditemukan sekitar 50 meter ke arah hulu dari titik kejadian, sementara korban kedua ditemukan sekitar 50 meter ke arah hilir.

“Untuk titik pertama ditemukan itu menuju ke hulu, sekitar 50 meter dari titik TKP. Korban kedua sekitar 50 meter dari titik TKP ke hilir. Jadi, terpisah,” jelasnya.

Korban pertama ditemukan pada pukul 11.40 WITA. Sementara korban kedua ditemukan sekitar pukul 14.00 WITA.

Fida mengatakan, berdasarkan keterangan saksi dan rekaman CCTV, kedua anak tersebut sebelumnya terlihat bermain sembari mandi di sungai. Kondisi Sungai Loa Haur saat itu disebut sedang mengalami penurunan debit air, namun arus tetap cukup deras.

“Untuk dugaan penyebabnya, kalau menurut saksi di CCTV kemarin, korban bermain sambil mandi. Kondisi air memang sedang turun, tetapi arusnya deras. Kalau air turun, arusnya sangat terasa. Itulah mungkin penyebabnya,” ujarnya.

Menurut Fida, Aidil diduga menjadi korban pertama setelah terjatuh ke aliran sungai. Sementara David diduga berupaya menolong temannya hingga akhirnya turut terseret arus.

“Korban pertama, Aidil namanya itu yang duluan menjadi korban. Kemungkinan besar korban kedua menyusul karena ingin membantu Aidil karena melihat temannya jatuh, akhirnya dia ikut berupaya menolong,” ungkapnya.

Setelah ditemukan, kedua jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Saat ini jenazah sudah kami serahkan kepada pihak keluarga. Korban pertama sudah dikubur, sedangkan korban kedua sedang dalam proses pemandian dan kemungkinan langsung dikubur,” tutur Fida.

Fida mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua maupun orang dewasa terhadap anak-anak, khususnya ketika bermain di sekitar perairan.

“Mungkin imbauannya, insiden ini pengaruh kurangnya pengawasan orang tua atau orang dewasa. Anak jangan sampai dilepaskan begitu saja kalau bermain di tempat yang berbahaya, terutama di air,” tegasnya.