Sepanjang Agustus 2026, Ribuan Hektare Lahan di Kukar Terbakar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Ilustrasi. Karhutla yang terjadi diwilayah Kukar (Foto: Damkar Kukar)
Ilustrasi. Karhutla yang terjadi diwilayah Kukar (Foto: Damkar Kukar)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Sepanjang Agustus 2026, Ribuan Hektare Lahan di Kukar Terbakar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Ilustrasi. Karhutla yang terjadi diwilayah Kukar (Foto: Damkar Kukar)
Ilustrasi. Karhutla yang terjadi diwilayah Kukar (Foto: Damkar Kukar)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Sepanjang Agustus 2026, Ribuan Hektare Lahan di Kukar Terbakar

Ilustrasi. Karhutla yang terjadi diwilayah Kukar (Foto: Damkar Kukar)

Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin

TENGGARONG - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi ancaman serius di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Hingga akhir Agustus 2026, tercatat sebanyak 142 kejadian Karhutla dengan total area yang terbakar mencapai 1.304,58 hektare.

Angka tersebut berasal dari rekapitulasi laporan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan), pemerintah kecamatan dan lainnya.

Data itu dihimpun hingga penutupan input pada 31 Agustus 2026. Meski demikian, BPBD Kukar menyebut angka tersebut belum sepenuhnya menggambarkan seluruh kejadian Karhutla yang terjadi di lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Kukar, Setianto Nugroho Aji mengatakan penanganan kebakaran dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur.

BPBD berkoordinasi dengan TNI-Polri, relawan, pemerintah kecamatan dan tim gabungan di wilayah masing-masing.

“Untuk penanganan Karhutla, kami terus berkoordinasi dengan TNI-Polri, relawan, maupun tim gabungan penanggulangan Karhutla di tingkat kecamatan. Setiap ada laporan, kami koordinasikan penanganannya sesuai kondisi di lapangan dan selalu standby di posko,” kata Setianto kepada awak media, Selasa (1/9/2026).

Jika dilihat berdasarkan luasan lahan yang terbakar, maka Kecamatan Sangasanga menjadi wilayah dengan catatan terbesar. Dari lima kejadian, luas lahan yang terdampak mencapai 354 Hektare (Ha).

Kebakaran dengan luasan paling besar terjadi di Kelurahan Pendingin yang mencapai 318 Ha. Sementara kebakaran lainnya terjadi di Kelurahan Sanga-Sanga Muara seluas empat Ha dan Kelurahan Jawa sekitar 15 Ha.

Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Muara Muntai. Lima kejadian Karhutla di wilayah tersebut menyebabkan sekitar 202 Ha lahan terbakar.

Dua kejadian di kawasan Desa Kayu Batu, Muara Leka dan Muara Aloh bahkan memiliki luasan cukup besar, masing-masing 74 hektare dan 126 Ha.

Selanjutnya, Kecamatan Muara Badak mencatat 24 kejadian dengan total luas lahan terbakar mencapai 186,255 Ha.

Salah satu kebakaran terbesar terjadi di Desa Salo Palai pada 30 Agustus dengan luas sekitar 70 hektare.

Kecamatan Samboja juga menjadi salah satu wilayah yang cukup sering dilanda Karhutla. Dari 23 kejadian yang tercatat, luas lahan terbakar mencapai 132 Ha.

Sementara di Kecamatan Muara Kaman, enam kejadian menyebabkan 132,399 Ha lahan terbakar. Dua kejadian dengan luasan besar tercatat di Desa Sabintulung sekitar 50 hektare dan Desa Puan Cepak mencapai 80 Ha.

Selain memperhatikan luasan lahan yang terbakar, BPBD juga mencermati tingginya frekuensi kejadian di sejumlah kecamatan. Muara Jawa menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak. Tercatat 26 kejadian dengan total luas lahan terbakar mencapai 69,081 Ha.

Salah satu kejadian di kawasan Muara Jawa Tengah-Muara Jawa Ulu bahkan mencapai 40,87 Ha. Di Kecamatan Tenggarong, terdapat 11 kejadian dengan total luasan 21,2 Ha.

Kebakaran juga masih terjadi menjelang akhir periode pendataan. Salah satunya di Kelurahan Loa Ipuh Darat pada 30 Agustus dengan luasan sekitar lima Ha.

BPBD Kukar mengingatkan bahwa angka tersebut masih bersifat rekapitulasi berdasarkan laporan yang diterima. Sejumlah wilayah diketahui belum seluruh laporan kejadian Karhutla masuk dalam pendataan BPBD.

Beberapa di antaranya yakni Kecamatan Kenohan, Muara Wis, Kota Bangun Darat, Samboja Barat dan Anggana.

Dengan demikian, total 142 kejadian dan 1.304,58 Ha lahan terbakar merupakan jumlah berdasarkan laporan yang telah masuk hingga penutupan input data pada 31 Agustus 2026.

Angka tersebut belum dapat dianggap sebagai keseluruhan kejadian Karhutla yang berlangsung di Kukar.

Setianto memastikan pemantauan terhadap potensi Karhutla tetap dilakukan meski periode pendataan Agustus telah berakhir.

Koordinasi bersama seluruh unsur juga terus berjalan untuk memastikan setiap laporan yang masuk dapat segera ditangani.

“Kami tetap melakukan pemantauan dan koordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat. Penanganan di lapangan akan terus kami lakukan bersama-sama sesuai laporan dan kondisi masing-masing wilayah,” pungkasnya.