Anggaran Terbatas, Job Fair Bontang 2026 Hanya Digelar Sekali

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni Sambutan di Agenda Job Fair 2026 (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni Sambutan di Agenda Job Fair 2026 (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Anggaran Terbatas, Job Fair Bontang 2026 Hanya Digelar Sekali

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni Sambutan di Agenda Job Fair 2026 (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni Sambutan di Agenda Job Fair 2026 (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Anggaran Terbatas, Job Fair Bontang 2026 Hanya Digelar Sekali

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni Sambutan di Agenda Job Fair 2026 (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Bambang Irawan

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang hanya dapat menggelar Job Fair sebanyak satu kali sepanjang 2026.

Keterbatasan anggaran menjadi kendala pemerintah untuk merealisasikan rencana pelaksanaan bursa kerja sebanyak dua kali dalam setahun.

Job Fair 2026 resmi dibuka Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni di Gedung Koperasi PKT, Selasa (1/9/2026). Kegiatan yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang itu berlangsung hingga Jumat (4/9/2026).

Neni mengatakan Job Fair menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap lapangan pekerjaan.

Namun, pelaksanaannya idealnya dapat dilakukan lebih dari sekali dalam setahun agar peluang kerja yang tersedia bisa lebih sering dipertemukan dengan pencari kerja.

“Rencananya Job Fair ini bisa dilaksanakan dua kali dalam setahun. Tetapi karena keterbatasan anggaran, tahun ini baru bisa dilaksanakan satu kali,” kata Neni.

Menurutnya, pembukaan lapangan kerja tidak hanya berkaitan dengan persoalan pengangguran, tetapi juga memiliki kaitan erat dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kemiskinan.

Untuk itu, Neni mendorong adanya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Bontang.

Ia juga meminta para pencari kerja tidak hanya mengandalkan tersedianya lowongan, tetapi turut meningkatkan kompetensi dan keterampilan agar mampu bersaing sesuai kebutuhan perusahaan.

Kepala Disnaker Bontang, Asdar Ibrahim mengatakan, meski hanya digelar sekali tahun ini, Job Fair 2026 tetap menghadirkan cukup banyak peluang kerja.

Sebanyak 32 tenant ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Rinciannya, 29 perusahaan dan tiga Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), serta tersedia sekitar 400 lowongan dengan posisi dan bidang pekerjaan yang beragam.

“Job Fair ini akan berlangsung sampai 4 September. Kami menyediakan 32 tenant, terdiri dari 29 perusahaan dan tiga LPK, dengan sekitar 400 lowongan pekerjaan dari berbagai bidang,” ujar Asdar.

Ia berharap para pencari kerja tidak sekadar mendatangi lokasi Job Fair untuk mencari informasi, tetapi juga memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mengajukan lamaran sesuai kualifikasi yang dimiliki.

“Harapan kami, pencari kerja bisa memanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya. Jangan hanya datang melihat-lihat, tetapi benar-benar mempersiapkan diri dan mencoba peluang yang tersedia,” katanya.

Pembukaan Job Fair turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bontang Sony Suwito Adi Cahyono, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bontang Taufik Nurrahman, sejumlah kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta perwakilan perusahaan peserta.

Dalam agenda tersebut, Neni juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) BPJS Ketenagakerjaan kepada empat ahli waris pekerja rentan. Masing-masing menerima santunan sebesar Rp42 juta.

Pemkot Bontang berharap keberadaan Job Fair dapat mempertemukan kebutuhan tenaga kerja perusahaan dengan pencari kerja secara lebih efektif. Di sisi lain, peningkatan kompetensi tenaga kerja dinilai penting agar peluang kerja yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat lokal.