Tim Sesko TNI Turun ke Kutim, Warga Diingatkan Tak Bakar Lahan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Suasana foto bersama jajaran TNI AD, AL dan AU serta wakil Bupati Kutim, Mahyunadi usai melakukan sosialisasi pencegahan Karhutla di Kutim. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Suasana foto bersama jajaran TNI AD, AL dan AU serta wakil Bupati Kutim, Mahyunadi usai melakukan sosialisasi pencegahan Karhutla di Kutim. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tim Sesko TNI Turun ke Kutim, Warga Diingatkan Tak Bakar Lahan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Suasana foto bersama jajaran TNI AD, AL dan AU serta wakil Bupati Kutim, Mahyunadi usai melakukan sosialisasi pencegahan Karhutla di Kutim. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Suasana foto bersama jajaran TNI AD, AL dan AU serta wakil Bupati Kutim, Mahyunadi usai melakukan sosialisasi pencegahan Karhutla di Kutim. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tim Sesko TNI Turun ke Kutim, Warga Diingatkan Tak Bakar Lahan

Suasana foto bersama jajaran TNI AD, AL dan AU serta wakil Bupati Kutim, Mahyunadi usai melakukan sosialisasi pencegahan Karhutla di Kutim. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Siswandi | Editor: Buniyamin

SANGATTA – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kutim, masih menjadi perhatian. Pemerintah daerah menyebut kondisi karhutla saat ini berada pada level siaga, sementara masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Peringatan itu disampaikan dalam penyuluhan pencegahan Karhutla yang digelar Tim Sesko TNI di Kampung Bahari Nusantara (KBN), Dusun Rawa Gabus atau Muara Gabus, Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, Selasa (1/9/2026).

Tim Pasis Pendidikan Reguler (Dikreg) LVI Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI Tahun Anggaran 2026 merupakan para perwira menengah TNI dari tiga matra, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara yang tengah mengikuti pendidikan kepemimpinan dan pengembangan kemampuan strategis di Sesko TNI.

Sebanyak 75 warga mengikuti kegiatan itu. Tim penyuluh terdiri dari dua jenderal dan tujuh kolonel dari matra Darat dan Laut. Penyuluhan dipimpin Kolonel Laut (P) Shodikin, mantan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Sangatta, didampingi Kolonel Arh Choirul Huda. 

Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Anggota DPRD Kutim Joni, Anggota DPRD Kaltim, H Arfan, serta unsur Mabes TNI dan Sesko TNI.

Shodikin mengingatkan, warga agar tidak menggunakan api untuk membuka maupun membersihkan lahan. Menurutnya, kebakaran yang bermula dari pembakaran lahan dapat meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

"Jangan membuka lahan dengan cara membakar lahan. Jika menemukan titik api, segera laporkan ke posko penanganan terdekat, atau bisa juga laporkan ke Babinsa, Bhabinkamtibmas, ataupun Bhabinpotmar agar segera dapat ditangani," ujar Shodikin.

Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa pembakaran lahan bukan hanya berisiko terhadap lingkungan dan kesehatan, tetapi juga dapat berhadapan dengan proses hukum.

Shodikin menyebut Polres Kutim telah melakukan penindakan terhadap dugaan pelaku pembakaran lahanm sehingga meminta masyarakat tidak mengambil risiko dengan melakukan pembakaran.

"Informasi yang saya dapatkan, sudah ada penangkapan oleh Polres Kutim terhadap pelaku pembakaran lahan. Tentunya hal seperti ini tidak kita inginkan dan berdampak negatif. Oleh karena itu, kami harapkan warga mendukung imbauan pemerintah untuk tidak membakar lahan," katanya.

Kolonel Arh Choirul Huda menyoroti dampak karhutla terhadap kesehatan. Asap dari kebakaran dapat mengganggu saluran pernapasan dan meningkatkan risiko penyakit, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, bayi, ibu hamil dan lanjut usia.

Menurutnya, pencegahan karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Kesadaran masyarakat untuk mencegah munculnya titik api menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko kebakaran.

"Jadi kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat tak hanya memahami terkait karhutla, namun juga dampaknya pada kesehatan," tegasnya.

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi mengatakan, sosialisasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai ancaman karhutla. 

Ia menyebut kondisi karhutla di Kutim saat ini berada pada level siaga. "Kami berharap melalui sosialisasi ini masyarakat dapat lebih sadar dan paham," ucapnya.