Kabut Asap Mulai Bayangi Sekolah, Disdikbud Samarinda Imbau Siswa Pakai Masker

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Samarinda, Mohammad Wahidudin. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Samarinda, Mohammad Wahidudin. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kabut Asap Mulai Bayangi Sekolah, Disdikbud Samarinda Imbau Siswa Pakai Masker

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Samarinda, Mohammad Wahidudin. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Samarinda, Mohammad Wahidudin. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kabut Asap Mulai Bayangi Sekolah, Disdikbud Samarinda Imbau Siswa Pakai Masker

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Samarinda, Mohammad Wahidudin. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA - Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi perhatian dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah-sekolah Samarinda. 

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda menyiapkan opsi pembelajaran daring apabila kondisi udara semakin membahayakan kesehatan siswa dan tenaga pengajar.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Samarinda, Mohammad Wahiduddin, mengatakan pihaknya telah menyiapkan surat edaran kepada seluruh sekolah sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi kabut asap.

Menurutnya, pembelajaran daring belum menjadi kebijakan yang diberlakukan saat ini. Opsi tersebut baru akan diterapkan apabila kabut asap berada dalam kondisi sangat pekat dan dinilai membahayakan kesehatan siswa maupun tenaga pengajar.

“Maka kita mengantisipasi mungkin bisa pembelajaran secara daring. Tapi ini antisipasi kalau memang kondisinya itu sudah sangat parah,” kata Wahiduddin, Selasa (2/9/2026). 

Selain menyiapkan opsi pembelajaran daring, Disdikbud meminta seluruh sekolah tidak melakukan pembakaran sampah, sekecil apa pun, untuk mencegah bertambahnya sumber asap.

Sekolah juga diminta mengimbau siswa yang tinggal di wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap kabut asap agar menggunakan masker seperti di wilayah Sambutan, Palaran dan Samarinda Utara. 

“Tiga daerah ini yang perlu diwaspadai. Oleh sebab itu, sekolah-sekolah yang berada di daerah-daerah itu agar lebih waspada dibandingkan daerah lain,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan sekolah di wilayah lain juga tetap diminta melakukan langkah antisipasi. Kondisi udara dan kesehatan siswa serta tenaga pengajar harus menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan belajar.

Hingga sekitar dua pekan terakhir, Disdikbud Samarinda belum menerima permintaan khusus dari sekolah untuk mengubah pembelajaran menjadi daring akibat kabut asap.

Namun, sekolah diminta segera berkoordinasi dengan Disdikbud apabila kondisi kabut asap semakin memburuk. Sekolah dapat menyampaikan laporan untuk kemudian ditindaklanjuti terkait sistem pembelajaran.

Disdikbud juga meminta orang tua turut memperhatikan kondisi kesehatan anak selama kabut asap masih berpotensi terjadi. Siswa diimbau dibekali masker dan menerapkan pola hidup sehat.

Wahiduddin menekankan penanganan kondisi tersebut membutuhkan kolaborasi antara sekolah, orang tua, pemerintah dan instansi terkait.

Disdikbud Samarinda juga akan berkoordinasi dengan Wali Kota Samarinda dan instansi terkait untuk memantau perkembangan kondisi kabut asap serta menentukan langkah yang diperlukan apabila situasi semakin memburuk.

"Kita akan berkoordinasi tidak hanya dengan Pak Wali Kota, tapi kita akan berkoordinasi dengan instansi terkait masalah ini," pungkasnya