Danau Semayang Mengering, Bupati Kukar Tebar Benih Padi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Penyerahan benih pada bagi warga desa semayang. (Foto: Warga semayang)
Penyerahan benih pada bagi warga desa semayang. (Foto: Warga semayang)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Danau Semayang Mengering, Bupati Kukar Tebar Benih Padi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Penyerahan benih pada bagi warga desa semayang. (Foto: Warga semayang)
Penyerahan benih pada bagi warga desa semayang. (Foto: Warga semayang)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Danau Semayang Mengering, Bupati Kukar Tebar Benih Padi

Penyerahan benih pada bagi warga desa semayang. (Foto: Warga semayang)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri melakukan penebaran benih padi di kawasan Danau Semayang yang mengering di Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar mendukung ketahanan pangan dengan memanfaatkan kondisi alam dan kearifan lokal masyarakat setempat.

Danau Semayang yang mengalami penyusutan akibat kemarau panjang dimanfaatkan masyarakat sebagai lahan untuk menanam padi. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan lahan yang sebelumnya tergenang.

Aulia mengatakan, pemanfaatan lahan yang mengering di kawasan Danau Semayang merupakan salah satu langkah untuk mengantisipasi kebutuhan cadangan pangan, khususnya komoditas padi di Kukar.

“Danau Semayang yang terlihat agak mengering, itu kita coba optimalkan, kita coba optimalkan untuk menanam padi. Harapan kita kalau hitung-hitungan BMKG kan baru hujan mulai muncul itu di Oktober, November,” kata Aulia.

Ia menjelaskan, waktu sekitar tiga bulan dinilai cukup untuk tanaman padi dipanen sebelum air kembali menggenangi kawasan Danau Semayang. Hasil panen tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk menutup kebutuhan apabila terjadi gagal panen di wilayah lain.

“Nah hitung-hitungan kita selama 3 bulan itu cukup untuk panen baru air akan naik kembali Ini akan berupaya untuk menutup kalau seandainya terjadi kemungkinan gagal panen di sawah-sawah kita,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemkab Kukar terus melakukan intervensi terhadap lahan persawahan yang mengalami kekurangan pasokan air. Pengairan dilakukan dengan memanfaatkan sejumlah titik sumber air guna menjaga kebutuhan air tanaman padi.

“Meskipun laporannya sampai sekarang dengan intervensi yang kita lakukan Memberikan pengairan-pengairan di sawah-sawah kita yang kurang teraliri air Dengan mengalirkan ada beberapa titik koin, ada beberapa titik sumber air Dan ini sudah bisa mencukupi kebutuhan air yang ada di sawah-sawah kita,” jelasnya.

Selain pengairan, pemerintah daerah juga memperoleh tambahan bantuan mesin pompa untuk mendukung pengairan lahan pertanian. Aulia menyebut bantuan tersebut akan didistribusikan ke sejumlah sentra tanaman padi di Kukar.

“Hari ini juga kami dapat laporan, minggu ini kita dapat bantuan pompa yang diupayakan oleh Pak Budi Satrio. Waktu itu beliau telpon saya langsung meminta kebutuhan apa yang dibutuhkan, dan menyampaikan pompa dan perlatannya minggu ini sudah,” ungkapnya.

Aulia menambahkan, berdasarkan laporan Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, sebanyak 25 unit pompa akan didistribusikan ke sentra-sentra tanaman padi.

“Kemarin laporan dari Dinas Pertanian dan Peternakan itu datang 25 Pompa yang akan kita distribusikan ke centra-centra tanaman padi kita. Nah harapan kita gagal panen itu tidak terjadi di Kukar,” katanya.

Menurutnya, penanaman padi di kawasan Danau Semayang menjadi bagian dari strategi untuk mengoptimalkan lahan yang mengering sekaligus mengantisipasi potensi gagal panen di wilayah lainnya.

“Jadi penanaman Padi hari ini itu tujuannya bagaimana kita bisa mengoptimalkan lahan yang mengering ini dan kita akan berupaya untuk ini bisa panen, sehingga ini bisa menutupi kalau seandainya terjadinya gagal panen di titik-titik lain di Kukar,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, benih padi yang dibawa untuk ditebar diperkirakan mencapai sekitar 60 kilogram. Namun, Aulia mengaku belum mengetahui jumlah pastinya.

“Hari ini kita akan bawa sekitar 60 Kg ya, saya kurang paham angka pastinya,” tutupnya.