Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Potensi ekonomi masyarakat di Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, tak hanya bertumpu pada sektor pertanian dan perkebunan.
Produk olahan tradisional berupa gula merah mulai mendapat perhatian sebagai salah satu produk unggulan kampung yang memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi bagian dari potensi usaha masyarakat setempat.
Gula merah yang diproduksi secara tradisional tersebut dibuat dari nira dengan tetap mempertahankan cita rasa khas. Proses pengolahannya dilakukan tanpa tambahan bahan pengawet maupun pewarna, sehingga menghasilkan produk yang tidak hanya memiliki rasa kuat, tetapi juga menjadi representasi produk pangan lokal Kampung Dumaring.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tentram Rahayu, menilai pengembangan produk lokal seperti gula merah perlu terus didorong karena dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat kampung. Menurutnya, produk unggulan kampung akan memiliki dampak lebih besar apabila tidak hanya diproduksi, tetapi juga dikembangkan dari sisi kualitas, kemasan hingga pemasaran.
“Produk seperti gula merah ini merupakan potensi yang bisa dikembangkan menjadi sumber pendapatan masyarakat. Pemerintah kampung perlu terus memberikan ruang dan dukungan kepada pelaku usaha agar produk lokal memiliki daya saing dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar pengelolaan produk dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan kualitas bahan baku dan kebersihan proses produksi. Selain itu, penguatan kemasan dan promosi dinilai penting agar produk khas Dumaring semakin dikenal, baik oleh masyarakat Berau maupun konsumen dari luar daerah.
Kepala Kampung Dumaring, Salehuddin, mengatakan produksi gula merah selama ini menjadi salah satu aktivitas ekonomi yang dijalankan masyarakat dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di kampung. Pihaknya berharap keberadaan produk tersebut mendapat dukungan dari masyarakat dengan memilih dan membeli produk lokal.
“Ini merupakan produk masyarakat kami yang dibuat secara tradisional. Kami ingin gula merah Dumaring tidak hanya dikenal di kampung, tetapi juga bisa menjadi produk yang membawa nama Dumaring ke luar daerah,” kata Salehuddin.
Menurutnya, dukungan terhadap produk lokal secara langsung turut memberikan manfaat bagi para petani nira dan masyarakat yang terlibat dalam proses pengolahan. Karena itu, ia mengajak warga maupun masyarakat yang melintas di wilayah Dumaring untuk menjadikan gula merah sebagai salah satu oleh-oleh khas kampung.
Dengan cita rasa khas dan proses produksi yang masih mempertahankan cara tradisional, gula merah Dumaring berpeluang menjadi salah satu identitas produk lokal Kampung Dumaring.
Penguatan promosi dan pemasaran diharapkan mampu meningkatkan nilai jual sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi kampung. (Adv)



