IPA Bantuas Masih Terdampak Intrusi Air Laut, Warga Samarinda Diimbau Tampung Air Bersih

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Staf Humas Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda, Taufik. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Staf Humas Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda, Taufik. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

IPA Bantuas Masih Terdampak Intrusi Air Laut, Warga Samarinda Diimbau Tampung Air Bersih

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Staf Humas Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda, Taufik. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Staf Humas Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda, Taufik. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

IPA Bantuas Masih Terdampak Intrusi Air Laut, Warga Samarinda Diimbau Tampung Air Bersih 

Staf Humas Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda, Taufik. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA – Intrusi air laut yang masuk ke Sungai Mahakam masih berdampak terhadap operasional salah satu Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perumda Tirta Kencana Samarinda.

Staf Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda, Taufik, mengatakan saat ini hanya IPA Bantuas yang masih terdampak intrusi air laut. Kondisi tersebut membuat jam operasional instalasi sedikit berkurang.

Sementara sejumlah IPA lain yang sebelumnya turut terdampak kini telah kembali beroperasi normal selama 24 jam.

“Kalau untuk saat ini, instalasi kami yang terkena intrusi air laut cuma satu, yaitu di Bantuas. Operasional jam kerjanya pun agak berkurang sedikit,” kata Taufik, Selasa (1/9/2026). 

Meski demikian, Taufik menegaskan IPA Bantuas yang berada di Kecamatan Palaran tidak sepenuhnya menghentikan produksi selama 24 jam. Perumda tetap memantau kondisi air baku di Sungai Mahakam, khususnya kadar klorida akibat intrusi air laut.

Apabila kadar klorida berada di bawah ambang batas 250 ppm, produksi air di IPA Bantuas dapat kembali dilakukan.

“Bukan stop 24 jam. Tetap kami pantau perkembangan intrusi air lautnya. Apabila turun dari 250 ppm, kita akan produksi kembali,” jelasnya.

Perumda juga terus berkoordinasi dengan Assistant Manager Laboratorium Induk untuk memantau perkembangan kualitas air baku. Berdasarkan pemantauan sementara, kondisi hingga Kamis diperkirakan masih aman dan sejumlah instalasi dapat beroperasi seperti biasa.

Perkembangan kondisi air baku akan kembali dievaluasi pada Jumat mendatang untuk melihat kemungkinan perubahan kadar klorida di Sungai Mahakam.

Taufik berharap kondisi air baku segera kembali normal sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat Kota Samarinda dapat berjalan optimal.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga diimbau menampung air secukupnya sebagai langkah antisipasi apabila terjadi perubahan kondisi dan berdampak terhadap pelayanan air bersih.

“Semoga air baku kita di Sungai Mahakam kembali normal, dan kita bisa memberikan air bersih pelayanan terhadap warga Kota Samarinda,” harapnya.