Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Pesatnya pembangunan dan transformasi yang tengah dihadapi Balikpapan tidak boleh membuat masyarakat kehilangan fondasi moral dan spiritual.
Pesan itu disampaikan Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud saat menghadiri peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center (BIC), Rabu (2/9/2026).
Rahmad mengatakan Balikpapan saat ini berada dalam fase transformasi yang semakin cepat. Sebagai salah satu pintu gerbang sekaligus mitra strategis Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan menghadapi akselerasi pembangunan, pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya mobilitas masyarakat dari berbagai daerah.
Menurutnya, perubahan tersebut membawa peluang sekaligus tantangan yang harus dihadapi bersama. Untuk itu, pembangunan infrastruktur dan kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan karakter masyarakat.
"Ini adalah momentum berharga bagi kita semua untuk merefleksikan kembali keteladanan Rasulullah SAW dan mengimplementasikannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," ujar Rahmad.
Ia menegaskan peringatan Maulid Nabi tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan. Peringatan tersebut harus menjadi momentum untuk kembali meneladani sifat Rasulullah SAW, yakni siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah.
Menurut Rahmad, pembangunan sebuah kota tidak cukup hanya diukur dari kemajuan fisik, pembangunan gedung, jalan, teknologi maupun pertumbuhan ekonomi. Sebab, kemajuan Balikpapan juga harus ditopang oleh karakter masyarakat yang kuat dalam menghadapi berbagai persoalan dan dinamika sosial.
"Di sinilah pentingnya spirit Madinatul Iman. Kemajuan material harus berjalan beriringan dengan kematangan spiritual," katanya.
Rahmad juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan toleransi di tengah keberagaman warga Balikpapan. Sebab, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun kota yang harmonis.
Ia turut menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun karakter generasi muda. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk menanamkan akhlak dan kecintaan kepada Rasulullah SAW sejak dini agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang tangguh, cerdas, dan berdaya saing.
Penceramah, Ustadz Das'ad Latief mengajak umat Islam agar tidak menjadikan perbedaan pemahaman dan amalan sebagai alasan untuk saling mencaci atau merendahkan.
Menurutnya, perbedaan seharusnya disikapi dengan sikap saling menghormati dan tidak menjadi penghalang dalam menjaga persaudaraan.
Ia mengatakan Maulid Nabi harus menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan.
Ustadz Das'ad juga mengingatkan masyarakat agar memiliki kesabaran dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Keteladanan Rasulullah SAW, menurutnya, mengajarkan umat untuk menghadapi ujian dengan keteguhan dan kesabaran, bukan dengan kemarahan.
"Jangan mudah menyerah dan jangan mudah marah. Belajarlah dari kesabaran Rasulullah SAW," pesannya.
Dalam kehidupan keluarga, Ustadz Das'ad menekankan pentingnya komunikasi, kasih sayang, dan saling menghargai.
Ia mengingatkan agar setiap persoalan rumah tangga diselesaikan dengan cara yang baik dan tanpa kekerasan.
Selain itu, ia mengajak masyarakat memperkuat kepedulian sosial melalui sedekah dan berbagi kepada sesama.
Menurutnya, berbagi tidak harus menunggu seseorang memiliki kekayaan, melainkan dapat dimulai dari kepedulian dan keikhlasan.
Peringatan Maulid Akbar tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan kota pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang gedung, jalan, teknologi, maupun pertumbuhan ekonomi.
Di tengah transformasi Balikpapan yang semakin cepat, penguatan akhlak, toleransi, persaudaraan, dan kepedulian sosial tetap harus menjadi fondasi dalam membangun kota.


