Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Balikpapan mencatat pemulihan keuangan negara sekitar Rp9,5 miliar sepanjang 2025 hingga 2026 melalui bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).
Capaian tersebut menjadi salah satu catatan kinerja Kejari Balikpapan dalam momentum Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 yang diperingati pada 2 September 2026.
Kepala Kejari Balikpapan, Andri Irawan mengatakan pemulihan keuangan negara tersebut dilakukan melalui bidang Datun dengan BPJS Ketenagakerjaan.
"Dalam pelaksanaan tugas, khususnya bidang Datun, kami telah melakukan pemulihan keuangan negara kurang lebih Rp9,5 miliar melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan," kata Andri, Rabu (2/9/2026).
Peringatan Hari Lahir Kejaksaan ke-81 tahun ini mengusung tema "Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Penegakan Hukum Berintegritas, Adil dan Humanis".
Rangkaian peringatan di Kejari Balikpapan diisi dengan sejumlah kegiatan, di antaranya upacara peringatan Hari Lahir Kejaksaan, ziarah dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu kejaksaan, serta kegiatan sosial dan kebersamaan jajaran Kejari Balikpapan.
Rangkaian tersebut menjadi bagian dari refleksi institusi sekaligus memperkuat komitmen jajaran kejaksaan dalam memberikan pelayanan dan penegakan hukum kepada masyarakat.
Selain capaian pemulihan keuangan negara, Kejari Balikpapan juga mencatat sejumlah prestasi sepanjang 2025.
Di antaranya peringkat I bidang kinerja publikasi dan media sosial, peringkat III bidang Datun, Harapan I bidang Pidana Khusus (Pidsus), serta Harapan III dalam pelaksanaan anggaran dengan nilai IKPA 92,57 persen.
Kejari Balikpapan juga meraih penghargaan Badan Publik Informatif dari Komisi Informasi Publik (KIP) Kalimantan Timur (Kaltim) dan peringkat II dalam kerja sama pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).
Saat ini, Kejari Balikpapan juga berada dalam tahap verifikasi akhir pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) oleh Kementerian PAN-RB.
Andri menegaskan, berbagai capaian tersebut menjadi evaluasi sekaligus motivasi bagi jajaran Kejari Balikpapan untuk terus meningkatkan profesionalisme, kapasitas sumber daya manusia, pengawasan dan kedisiplinan.
"Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang mudah, transparan dan responsif kepada masyarakat serta terus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan," ujarnya.


