Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA – Belakangan ini kabut asap mulai terasa di sejumlah wilayah Kota Samarinda. Kondisi ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan, untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.
Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan anak-anak dan lanjut usia (lansia) disarankan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.
“Kalau aktivitas keluar rumah, pakai masker. Kalau tidak ada yang penting, tidak usah keluar rumah,” kata Suwarso, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut mulai dirasakan seiring munculnya kabut di tengah musim kemarau yang masih berlangsung di Samarinda.
BPBD juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Samarinda untuk memantau dampak kondisi udara terhadap kesehatan masyarakat, termasuk melihat kemungkinan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“Saya sudah komunikasikan dengan Kepala Dinas Kesehatan Samarinda untuk melakukan pemantauan, termasuk mitigasi apakah tingkat sebaran ISPAnya meningkat,” ujarnya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Samarinda juga telah menyampaikan bahwa puskesmas melakukan pelayanan terhadap masyarakat yang mengalami dampak kesehatan akibat kondisi bencana kekeringan.
Sementara berdasarkan pemantauan aplikasi IQAir pada Kamis (3/9/2026) pagi, kualitas udara Samarinda sempat berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, dengan AQI US 116 dan PM2.5 sebesar 41,6 mikrogram per meter kubik.
Kondisi tersebut terutama perlu diwaspadai kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Namun, pemantauan per jam menunjukkan kualitas udara diperkirakan berangsur membaik menjelang siang. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau memperhatikan kondisi udara sebelum beraktivitas di luar rumah.


