Kemarau Melanda Kukar, Kasus Diare Tembus 1.021 dan Mata Merah Capai 350

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Ismi Mufiddah. (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Ismi Mufiddah. (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kemarau Melanda Kukar, Kasus Diare Tembus 1.021 dan Mata Merah Capai 350

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Ismi Mufiddah. (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Ismi Mufiddah. (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kemarau Melanda Kukar, Kasus Diare Tembus 1.021 dan Mata Merah Capai 350

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Ismi Mufiddah. (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Selain kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang mengalami peningkatan, penyakit diare dan konjungtivitis atau mata merah juga tercatat mengalami kenaikan.

Kondisi tersebut diperparah oleh kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kukar. Paparan asap dan terbatasnya ketersediaan air bersih menjadi sejumlah faktor yang turut memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat selama musim kemarau.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Ismi Mufiddah, mengatakan peningkatan kasus diare salah satunya berkaitan dengan kondisi kekeringan yang menyebabkan ketersediaan air bersih di sejumlah daerah menjadi terbatas.

“Diare kan kalau kekeringan karena air bersih. Terbatas ya, di beberapa daerah kita dapat laporan dari teman-teman puskesmas itu mengalami kesulitan air, sampai harus membeli, atau bahkan membuat sumur bor,” kata Ismi. Rabu (2/9/2026)

Berdasarkan data Dinkes Kukar, kasus diare pada Agustus 2026 tercatat sebanyak 1.021 kasus. Angka tersebut meningkat dibandingkan Juni yang tercatat 728 kasus dan Juli sebanyak 937 kasus.

“Jadi teman-teman bisa lihat ya, ada penambahan. Juli-Agustus itu mulai merangkak naik,” jelasnya.

Tak hanya diare, peningkatan juga terjadi pada penyakit konjungtivitis atau mata merah. Dinkes Kukar mencatat sebanyak 172 kasus pada Juni, kemudian meningkat menjadi 212 kasus pada Juli dan kembali naik menjadi 350 kasus pada Agustus.

Ismi mengatakan peningkatan kasus tersebut terjadi bersamaan dengan semakin terasa dampak kekeringan dan meningkatnya intensitas kebakaran hutan dan lahan di Kukar.

“Jadi ISPA, kemudian diare, dan mata, menekan mata, konjunktivitas itu meningkat cukup signifikan selama masa intensitas kebakaran hutan dan kekeringan yang semakin terasa di Kukar,” pungkasnya.

Sebelumnya, kasus ISPA di Kukar juga mengalami peningkatan. Hingga akhir Agustus 2026, Dinkes Kukar mencatat sekitar 9 ribu kasus ISPA, seiring kondisi kabut asap yang melanda sejumlah wilayah akibat karhutla.