Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan
NUNUKAN - Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk operasional pembangkit listrik PLN di Kecamatan Krayan Selatan mulai kembali lancar setelah sebelumnya terkendala kondisi akses jalan.
Kelancaran distribusi ini diharapkan segera mengakhiri pembatasan waktu pelayanan listrik yang dalam beberapa pekan terakhir dirasakan masyarakat.
Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli, mengatakan keterlambatan pasokan BBM membuat PLN harus melakukan penyesuaian waktu operasional. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan bahan bakar agar layanan kelistrikan tetap dapat berjalan.
Dalam kondisi normal, masyarakat Krayan Selatan dapat menikmati layanan listrik hingga 12 jam per hari. Namun, ketika pasokan BBM terganggu, waktu operasional PLN terpaksa dipangkas menjadi enam jam sehari.
“Kalau kondisi normal, pelayanan PLN bisa 12 jam. Namun, karena distribusi BBM sempat terhambat, pelayanan hanya enam jam,” kata Oktavianus.
Menurutnya, persoalan pasokan listrik tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan penerangan rumah tangga. Keterbatasan waktu operasional PLN turut memengaruhi berbagai aktivitas masyarakat, termasuk akses komunikasi.
Jaringan telepon di wilayah tersebut sangat bergantung pada ketersediaan listrik. Artinya, ketika pembangkit PLN berhenti beroperasi, masyarakat juga mengalami keterbatasan dalam memanfaatkan layanan komunikasi.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kelancaran distribusi BBM ke Krayan Selatan memiliki peran penting dalam menopang aktivitas masyarakat, terutama di wilayah yang secara geografis menghadapi tantangan akses transportasi.
Oktavianus menyebutkan, pemerintah kecamatan telah berkoordinasi dengan pihak PLN sekaligus memantau perkembangan kondisi jalan yang menjadi jalur pengangkutan BBM.
Hasil pemantauan menunjukkan akses menuju Krayan Selatan saat ini sudah dapat dilalui dengan lebih lancar. Dengan kondisi tersebut, pengiriman BBM ke pembangkit PLN kembali berjalan.
“Dari hasil koordinasi dengan PLN, melihat kondisi jalan yang sudah bisa dilalui, pengangkutan BBM sekarang sudah lancar. Mudah-mudahan malam ini pelayanan PLN kembali normal 12 jam,” ujarnya.
Sebelumnya, pembatasan operasional PLN di Krayan Selatan berlangsung secara bertahap. Pada 25 Juli hingga 16 Agustus, layanan listrik hanya tersedia sekitar empat jam per hari.
Memasuki 17 hingga 31 Agustus, waktu pelayanan kemudian ditingkatkan menjadi enam jam per hari seiring adanya perbaikan kondisi pasokan.
Kini, dengan distribusi BBM yang kembali lancar, pemerintah kecamatan berharap operasional PLN dapat kembali mencapai 12 jam per hari secara konsisten.
Pemulihan layanan listrik tersebut dinilai penting untuk menunjang aktivitas masyarakat, sekaligus menjaga keberlangsungan akses komunikasi dan berbagai kebutuhan dasar lainnya.
Pemerintah Kecamatan Krayan Selatan juga berharap kondisi jalur transportasi dan distribusi BBM tetap terjaga. Sebab, keberlangsungan layanan listrik di wilayah tersebut sangat bergantung pada kelancaran pasokan bahan bakar menuju pembangkit.
“Pemerintah kecamatan berharap kondisi distribusi BBM dan akses transportasi menuju Krayan Selatan tetap terjaga sehingga pelayanan listrik tidak kembali mengalami pembatasan,” pungkasnya.


