Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih membayangi Kabupaten Berau membuat pengelola sejumlah destinasi wisata mengambil langkah antisipasi.
Wisata alam Air Terjun Tambalang dan Bukit Mincau di Kampung Tepian Buah, Kecamatan Segah, untuk sementara ditutup bagi wisatawan hingga kondisi dinilai kembali aman.
Penutupan tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan wisata yang berada di tengah lingkungan hutan. Selain itu, kondisi cuaca yang cenderung panas dan minim hujan turut menjadi pertimbangan pengelola untuk membatasi kunjungan.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Alo Malau, Kampung Tepian Buah, Sri Astaria, mengatakan keputusan penutupan sementara dilakukan demi keselamatan wisatawan sekaligus menjaga kawasan wisata dari ancaman karhutla.
“Untuk sementara kami tutup dulu. Ini demi keamanan bersama, terutama karena kondisi saat ini rawan karhutla,” ujarnya.
Menurut Sri, kawasan Air Terjun Tambalang dan Bukit Mincau memiliki lingkungan yang masih didominasi vegetasi dan kawasan berhutan. Dalam kondisi kering, potensi api cepat menyebar apabila terjadi kebakaran.
Pengelola juga mengimbau masyarakat maupun wisatawan untuk tidak memaksakan diri berkunjung selama penutupan berlangsung. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi aktivitas manusia di kawasan yang rawan terdampak kebakaran.
Ia menegaskan, penutupan bukan berarti destinasi wisata tersebut berhenti beroperasi secara permanen. Pembukaan kembali akan dilakukan setelah kondisi cuaca membaik dan situasi di sekitar kawasan dinyatakan aman.
“Kami akan melihat perkembangan kondisi di lapangan. Kalau sudah aman dan situasi memungkinkan, tentu akan kami buka kembali,” katanya.
Ia berharap masyarakat dapat memahami kebijakan tersebut dan ikut menjaga kawasan wisata dari potensi kebakaran. Pengunjung juga diminta tidak meninggalkan puntung rokok, membakar sampah, maupun melakukan aktivitas lain yang dapat memicu api.
Penutupan sementara ini menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kelestarian kawasan wisata alam sekaligus mengantisipasi meluasnya karhutla di tengah kondisi cuaca yang masih kering di sejumlah wilayah Berau. (Adv)



