Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan
BONTANG – Sekolah Tinggi Teknologi Industri (STITEK) Bontang memperluas pilihan pendidikan tinggi di bidang keteknikan dengan membuka dua program studi baru pada tahun akademik 2026. Kedua prodi tersebut yakni Teknik Industri dan Teknik Lingkungan.
Kehadiran dua program studi baru itu menjadi bagian dari pengembangan STITEK Bontang dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan dunia industri.
Hal tersebut disampaikan dalam pembukaan Basic Study Skill (BSS) STITEK Bontang Tahun 2026 di Auditorium 3D Kota Bontang, Kamis (3/9/2026).
Ketua Panitia BSS STITEK 2026, Ahdam Ashari, melaporkan sebanyak 204 mahasiswa baru mengikuti kegiatan yang mengusung tema “Menyalakan Integritas, Merancang Masa Depan” tersebut.
Dari jumlah itu, 61 mahasiswa tercatat menjadi mahasiswa baru Program Studi Teknik Industri, sementara 14 mahasiswa lainnya masuk Program Studi Teknik Lingkungan.
Penambahan kedua prodi tersebut dinilai memperkuat peran STITEK Bontang sebagai salah satu institusi pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan teknologi, industri, dan lingkungan.
Ketua STITEK Bontang, Zaini, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Bontang terhadap pengembangan kampus. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan pendidikan tinggi di Kota Bontang.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (PKSDM) Pemkot Bontang, Lukman, mengatakan pengembangan pendidikan tinggi harus berjalan seiring dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Ia menilai keberadaan STITEK memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi muda yang nantinya dapat berkontribusi terhadap berbagai sektor pembangunan.
“Investasi terbaik bagi masa depan Kota Bontang adalah melalui pendidikan generasi mudanya,” ujar Lukman.
Ia berharap mahasiswa STITEK tidak hanya menguasai kemampuan akademik, tetapi juga mampu mengembangkan karakter, kemandirian, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial.
Menurutnya, mahasiswa baru perlu memanfaatkan masa perkuliahan untuk membangun kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan setelah menyelesaikan pendidikan.
Karena itu, pelaksanaan BSS menjadi momentum awal bagi mahasiswa untuk beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi. Materi yang diberikan diharapkan membantu mahasiswa memahami pola belajar di kampus, mengelola waktu, sekaligus membangun kesiapan mental.
Lukman juga berharap keberadaan lulusan STITEK ke depan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap kebutuhan Kota Bontang, khususnya pada sektor industri, lingkungan, teknologi, hingga tata kelola pemerintahan.
“Jadilah mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional, spiritual, serta kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar,” pesannya.
Dengan dibukanya dua program studi baru, STITEK Bontang diharapkan semakin mampu memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di daerah sekaligus mencetak sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai tantangan pembangunan di masa mendatang.


