SMPN 3 Tenggarong Hentikan Sementara Distribusi MBG Selama Pembelajaran Daring

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Smpn 3 tenggarong. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)
Smpn 3 tenggarong. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

SMPN 3 Tenggarong Hentikan Sementara Distribusi MBG Selama Pembelajaran Daring

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Smpn 3 tenggarong. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)
Smpn 3 tenggarong. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

SMPN 3 Tenggarong Hentikan Sementara Distribusi MBG Selama Pembelajaran Daring

Smpn 3 tenggarong. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 3 Tenggarong dihentikan sementara. Kebijakan tersebut diberlakukan menyusul penerapan pembelajaran secara daring akibat kondisi kabut asap tebal yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Kebijakan penghentian distribusi MBG diambil setelah mempertimbangkan kondisi siswa yang enggan kembali ke sekolah untuk mengambil MBG saat masa libur sebelumnya.

Koordinator MBG SMP Negeri 3 Tenggarong, Suprihatin, mengatakan penghentian distribusi tersebut khusus diberlakukan untuk SMP Negeri 3 Tenggarong atas permintaan pihak sekolah.

“Kalau dari pihak MBG, distribusi masih tetap dilakukan di tempat-tempat lain. Namun, khusus untuk SMP Negeri 3 Tenggarong, distribusinya diliburkan,” ujar Suprihatin. Kamis (3/9/2026)

Ia menjelaskan, pihak MBG tidak keberatan dengan permintaan penghentian sementara tersebut. Namun, pihak sekolah perlu mengajukan surat permohonan.

“Untuk pihak MBG sendiri tidak keberatan, asalkan pihak sekolah membuat surat permohonan,” katanya.

Menurut Suprihatin, distribusi MBG di SMP Negeri 3 Tenggarong disepakati untuk dihentikan sementara hingga 8 September. Untuk administrasi penghentian distribusi, surat nantinya berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Nanti suratnya dari SPPG. Setelah itu, kami menyampaikan hasilnya dari pihak sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Negeri 3 Tenggarong, Inawati, mengatakan para siswa tidak mempermasalahkan penghentian sementara MBG tersebut. Pasalnya, selama pembelajaran dilakukan dari rumah, siswa tidak perlu datang ke sekolah.

“Tanggapan anak-anak biasa saja. Karena mereka belajar dari rumah, jadi mereka tidak kecewa atau bagaimana, biasa saja,” ujarnya.

Inawati menjelaskan, keputusan menghentikan sementara distribusi MBG juga mempertimbangkan pengalaman sebelumnya ketika pembelajaran dilakukan secara daring.

Menurutnya, saat siswa sudah berada di rumah, sebagian besar enggan kembali ke sekolah hanya untuk mengambil makanan MBG. Kondisi tersebut membuat cukup banyak makanan yang tidak diambil.

“Anak-anak kami biasanya kalau sudah berada di rumah, kemudian harus datang ke sekolah untuk mengambil MBG, mereka cenderung malas. Akhirnya, banyak makanan MBG yang tidak diambil,” katanya.

Ia menyebut, berdasarkan pengalaman sebelumnya, hanya sekitar 20 hingga 25 persen siswa yang datang ke sekolah untuk mengambil makanan MBG ketika pembelajaran dilakukan dari rumah.

“Karena itu, pihak sekolah mengambil keputusan seperti ini berdasarkan pengalaman sebelumnya,” jelasnya.

Meski banyak makanan yang tidak diambil, Inawati mengatakan makanan MBG tersebut tidak dikembalikan kepada SPPG. Pihak sekolah memanfaatkannya untuk siswa yang dinilai membutuhkan.

“Ada siswa-siswa kami yang memang kami tahu membutuhkan makanan tersebut. Jadi, kami panggil untuk datang ke sekolah dan mengambil lebih banyak untuk dibawa pulang ke rumah,” ungkapnya.

Pihak sekolah, lanjutnya, memiliki data siswa yang membutuhkan makanan tambahan tersebut di setiap kelas. Data tersebut menjadi acuan ketika makanan MBG tidak seluruhnya diambil oleh siswa.

“Kami memiliki datanya, setiap kelas ada data siswa yang membutuhkan. Dari 30 kelas, kami punya datanya,” katanya.

Terkait kemungkinan perpanjangan pembelajaran daring, Inawati mengatakan keputusan mengenai distribusi MBG juga akan kembali dibahas oleh pihak sekolah.

“Nanti kepala sekolah dan pihak sekolah akan melakukan kesepakatan lagi. Yang pasti, sampai tanggal 8 sudah mendapat persetujuan,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama pelaksanaan pembelajaran daring sebelumnya, distribusi MBG tetap dilakukan dengan mekanisme siswa datang ke sekolah membawa wadah makanan masing-masing.

“Setiap hari mereka datang membawa tempat makanan masing-masing. Kemudian tim MBG datang ke sini dan menuangkan makanan ke tempat yang sudah dibawa siswa. Jadi, tempatnya memang dibawa masing-masing dari rumah,” pungkasnya.