Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA – Di tengah kondisi intrusi air laut yang berdampak pada produksi air baku di Samarinda, Perumda Tirta Kencana Samarinda menyiapkan bantuan air bersih gratis bagi masyarakat. Bantuan tersebut menyasar sejumlah wilayah, di antaranya Pulau Atas dan Bantuas.
Staf Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda, Taufik, mengatakan penyaluran bantuan dapat dilakukan melalui koordinasi RT di wilayah terdampak. Setelah menerima informasi, Perumda akan mengirimkan mobil tangki untuk membagikan air secara gratis kepada warga.
“Kalau memang terdampak, sebenarnya kita ada informasi mengenai pemberian air gratis kepada warga Samarinda. Nanti mungkin melalui RT yang koordinasi, kemudian datang air tangki kami dan kita berikan secara gratis,” kata Taufik.
Selain bantuan melalui mobil tangki, Perumda juga telah menyediakan sejumlah keran air di Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang terdampak intrusi air laut, seperti IPA Bantuas dan IPA Pulau Atas.
Keran tersebut dapat diakses warga terdampak untuk mengambil air secara gratis. Taufik menyebut, untuk pengambilan dalam jumlah kecil saat ini belum ada batasan khusus.
“Di IPA kami yang terdampak seperti di Bantuas dan Pulau Atas, kami sudah menyediakan keran dan warga boleh mengambil air tersebut secara gratis,” ujarnya.
Namun, apabila kebutuhan air dalam jumlah besar, warga dapat menghubungi pusat layanan Perumda. Selanjutnya, petugas akan menghubungkan permintaan tersebut dengan layanan mobil tangki untuk dikirimkan ke lokasi.
Taufik mengatakan penyediaan keran dan bantuan tangki merupakan bentuk percepatan pelayanan Perumda kepada masyarakat yang terdampak intrusi air laut.
Sementara itu, terkait ketahanan air baku selama musim kemarau, Taufik mengatakan Perumda masih melakukan pemantauan bersama Laboratorium Induk. Berdasarkan koordinasi sementara, kondisi air baku diperkirakan masih aman dalam satu minggu ke depan, tetapi evaluasi akan kembali dilakukan pada Jumat (4/9/206).
Ia menegaskan kondisi tersebut tetap bergantung pada perkembangan intrusi air laut di Sungai Mahakam. Apabila kualitas air baku kembali terdampak dan kadar klorida melewati ambang batas, operasional instalasi dapat dihentikan sementara.
Saat ini, Taufik menyebut hanya satu instalasi yang masih terdampak intrusi air laut, yakni IPA Bantuas. Sejumlah IPA yang sebelumnya terdampak telah kembali beroperasi setelah terjadi kenaikan muka air Sungai Mahakam lebih dari dua meter dibandingkan kondisi sebelumnya.
“Apabila terdampak, kita akan stop. Tapi alhamdulillah kemarin ada kenaikan air, mungkin lebih dua meter dari sebelumnya. Makanya ada beberapa IPA yang kemarin terintrusi air laut sudah normal kembali,” katanya.
Perumda berharap hujan segera turun di wilayah Samarinda dan daerah hulu sehingga kondisi air baku kembali normal serta distribusi air bersih kepada masyarakat dapat berjalan optimal.


