Banner ADV

Dikepung Kabut Asap, Kasus ISPA di Berau Naik hingga Tiga Kali Lipat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca2146 kali dibaca
Wakil Bupati Berau Gamalis mendatangi puskesmas Kampung Bugis. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Wakil Bupati Berau Gamalis mendatangi puskesmas Kampung Bugis. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Dikepung Kabut Asap, Kasus ISPA di Berau Naik hingga Tiga Kali Lipat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca2146 kali dibaca
Wakil Bupati Berau Gamalis mendatangi puskesmas Kampung Bugis. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Wakil Bupati Berau Gamalis mendatangi puskesmas Kampung Bugis. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Dikepung Kabut Asap, Kasus ISPA di Berau Naik hingga Tiga Kali Lipat

2146
Wakil Bupati Berau Gamalis mendatangi puskesmas Kampung Bugis. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Berau mulai menunjukkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat. 

Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belum sepenuhnya mereda, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dilaporkan melonjak tajam.

Wakil Bupati Berau, Gamalis mengungkapkan, kondisi tersebut setelah meninjau langsung pelayanan kesehatan di Puskesmas Tanjung Redeb dan Puskesmas Kampung Bugis.

Dari peninjauan itu, ia menemukan adanya peningkatan signifikan terhadap jumlah warga yang mengalami gangguan pernapasan.

“Kasus ISPA meningkat hingga tiga kali lipat. Ini sangat berkaitan dengan kondisi kabut asap yang terjadi saat ini,” ujar Gamalis.

Lonjakan tersebut membuat posisi ISPA ikut berubah dalam daftar penyakit yang paling banyak ditangani. Jika sebelumnya berada di urutan kedelapan atau kesembilan dari 10 penyakit terbanyak, kini ISPA naik menjadi penyakit terbanyak kedua setelah hipertensi.

Kondisi udara yang memburuk turut menjadi perhatian Pemkab Berau. Hasil pengukuran menggunakan alat pendeteksi partikel debu di dalam ruangan menunjukkan kadar PM2.5 mencapai angka 85 atau sekitar tiga kali lipat dibandingkan standar normal.

Partikel PM2.5 sendiri berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke saluran pernapasan hingga paru-paru.

Tak hanya PM2.5, kadar PM10 juga terpantau meningkat. Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi warga yang memiliki penyakit bawaan seperti asma karena lebih rentan mengalami gangguan pernapasan ketika kualitas udara memburuk.

Gamalis menyebut, sejumlah pasien yang mendapat penanganan di puskesmas juga mengalami gangguan pernapasan yang berkaitan dengan paparan asap. Untuk itu, pemerintah daerah memastikan fasilitas kesehatan tetap dalam kondisi siap menghadapi kemungkinan bertambahnya pasien.

Ketersediaan obat-obatan di puskesmas dipastikan masih aman. Pemkab Berau juga memantau stok oksigen dan memastikan persediaannya tetap dalam kondisi siap digunakan apabila terjadi lonjakan pasien dengan gangguan pernapasan.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diminta tidak menganggap remeh kabut asap. Warga dianjurkan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah serta mengurangi kegiatan di luar ruangan selama kualitas udara belum kembali membaik.

“Gunakan masker saat beraktivitas dan kurangi kegiatan di luar rumah selama kondisi kabut asap masih terjadi,” imbau Gamalis. (Adv)