Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud menerima penghargaan kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri terbaik kedua tingkat kota se-Kalimantan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kota Balikpapan diprediksi meraih penghargaan tersebut. Prediksi itu akhirnya terbukti setelah Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian menyerahkan penghargaan tersebut dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Kalimantan di Balikpapan, Kamis (3/9/2026).
Atas penghargaan tersebut, Balikpapan mendapat dana insentif sebesar Rp1,5 miliar.
Rahmad Mas'ud mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil penilaian dari kementerian terkait, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup.
Ia menyebut pengelolaan kebersihan dan sampah selama ini menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan.
"Setahu kita ini kan selama ini bahwa kebersihan fokus salah satu program prioritas kita adalah bagaimana menjaga kota ini tetap kondusif, dalam artian kata masyarakatnya itu peduli terhadap kebersihan," kata Rahmad.
Menurutnya, Pemkot Balikpapan juga melanjutkan berbagai inovasi yang telah dilakukan pemerintahan sebelumnya dalam pengelolaan sampah.
Ia bahkan mengaku sedikit heran Balikpapan hanya menempati peringkat kedua.
"Sebenarnya salah satu yang terbaik di Indonesia. Justru kita berpikir kok nomor dua gitu kan? Harusnya nomor satu," ujarnya sambil tertawa.
Rahmad menilai mempertahankan prestasi dalam pengelolaan sampah bukan perkara mudah. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kebersihan kota.
"Untuk mempertahankan ini kan susah. Nah, edukasi dan tentunya sering kita sampaikan kepada warga bagaimana arti terhadap pentingnya kepedulian kita bersama-sama, karena pemerintah tidak akan bisa jalan sendiri," jelasnya.
Ia mengatakan sistem pengelolaan sampah di Balikpapan terus dijalankan dan dikembangkan agar memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
"Pengolahan sampah yang baik yang menghasilkan juga berbagai fungsi yang lainnya, termasuk warga kan menikmati itu, ada gasnya, kemudian listriknya," katanya.
Rahmad menegaskan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan merupakan kontribusi nyata dalam menjaga Balikpapan tetap bersih.
"Kepedulian kita terhadap kebersihan kita adalah salah satu kontribusi nyata masyarakat Balikpapan untuk menjaga Balikpapan tetap bersih," tuturnya.
Terkait dana insentif Rp1,5 miliar yang diterima, Rahmad memastikan anggaran tersebut akan kembali diarahkan untuk mendukung sektor kebersihan.
"Hadiahnya tetap untuk di bidang kebersihan. Ya, mungkin yang akan nanti melalui dinas terkait, dalam hal ini DLH, nanti akan diarahkan ke mana dana-dananya itu," ujarnya.
Menurutnya, penggunaan dana tersebut nantinya difokuskan untuk menunjang berbagai kebutuhan dalam menjaga kebersihan Kota Balikpapan.
"Yang penting itu untuk menunjang kebersihan dan menjaga kota kita tetap bersih," katanya.
Rahmad juga mengungkapkan rencana Pemkot Balikpapan untuk mengembangkan inovasi baru dalam pengolahan sampah.
Salah satunya melalui sistem pengolahan sampah yang memungkinkan sampah langsung habis melalui proses pembakaran.
"Ada mungkin ini kan inovasi yang terbarukan yang mungkin seperti pengolahan sampah mungkin yang langsung habis itu, yang sistem dibakar," ungkapnya.
Menurut Rahmad, inovasi tersebut diperlukan untuk mengurangi penumpukan sampah yang masih terjadi di sejumlah lokasi.
Ia juga menyebut Pemkot Balikpapan tengah menyiapkan penambahan lahan untuk pengelolaan sampah hingga akhir 2026.
"Nah, artinya limbah itu langsung habis semua, jadi sampah itu bisa hilang. Seperti sistem ini yang lagi dikembangkan nanti di pemerintah kota," ujarnya.
Rahmad berharap Pemkot Balikpapan dapat terus memberikan yang terbaik dalam menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan kota.
"Harapan ke depannya selalu kita berbuat terbaik untuk kota kita, Balikpapan," pungkasnya.


