Asap Karhutla Mulai Ganggu Aktivitas di Bandara Kalimarau, Sejumlah Penerbangan Alami Keterlambatan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kabut asap di bandara Kalimarau. (Foto: Istimewa)
Kabut asap di bandara Kalimarau. (Foto: Istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Asap Karhutla Mulai Ganggu Aktivitas di Bandara Kalimarau, Sejumlah Penerbangan Alami Keterlambatan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kabut asap di bandara Kalimarau. (Foto: Istimewa)
Kabut asap di bandara Kalimarau. (Foto: Istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Asap Karhutla Mulai Ganggu Aktivitas di Bandara Kalimarau, Sejumlah Penerbangan Alami Keterlambatan 

Kabut asap di bandara Kalimarau. (Foto: Istimewa)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau mulai mengganggu aktivitas penerbangan. Kabut asap yang menutup wilayah udara membuat jarak pandang di sekitar Bandar Udara Kalimarau turun drastis dan memaksa sejumlah penerbangan melakukan penyesuaian.

Gangguan paling serius terjadi pada penerbangan Batik Air dari Jakarta menuju Berau. Pesawat tersebut tidak dapat langsung mendarat di Bandara Kalimarau dan harus dialihkan ke Balikpapan karena kondisi jarak pandang yang tidak memenuhi batas aman penerbangan.

Pengalihan tersebut berdampak pada jadwal perjalanan penumpang. Penerbangan Jakarta–Berau mengalami keterlambatan hingga 3 jam 21 menit. Sementara penerbangan dari Surabaya menuju Berau juga mengalami keterlambatan sekitar 1 jam 20 menit.

Kepala BLU Bandar Udara Kalimarau, Patah Atabri, mengatakan kondisi asap masih menjadi faktor utama yang memengaruhi jarak pandang di kawasan bandara. Perubahannya pun cukup cepat, bergantung pada konsentrasi asap yang menyelimuti wilayah sekitar.

“Jarak pandang saat ini berkisar 2.000 sampai 3.500 meter dan masih terdampak asap,” kata Patah.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pengelola bandara harus terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan jarak pandang sebelum memberikan keputusan terkait operasional penerbangan. Sebab, kondisi dapat berubah sewaktu-waktu ketika konsentrasi asap meningkat.

Meski demikian, penerbangan tetap diupayakan berjalan selama kondisi memungkinkan. Pesawat yang mendapatkan celah jarak pandang aman masih dapat dilayani untuk mendarat maupun lepas landas.

“Selama kondisi memungkinkan, penerbangan tetap kami layani. Tetapi keselamatan tidak bisa ditawar,” tegasnya.

Gangguan penerbangan ini menjadi sinyal bahwa dampak karhutla di Berau mulai merambah sektor yang lebih luas. Tak hanya mengancam kesehatan dan lingkungan, kabut asap juga berpotensi menghambat mobilitas masyarakat, perjalanan bisnis, hingga distribusi barang dan aktivitas ekonomi yang bergantung pada konektivitas udara.

Otoritas Bandara Kalimarau pun masih menempatkan kondisi ini dalam pemantauan ketat. Jika jarak pandang kembali turun hingga level yang tidak aman, pengalihan maupun penundaan penerbangan menjadi pilihan yang harus diambil demi keselamatan seluruh penumpang dan awak pesawat.