Tim Patroli PHM Selamatkan Enam Awak Kapal yang Tenggelam di Perairan Delta Mahakam

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kondisi kapal yang tenggelam di kecamatan anggana. (Foto: Tim Patroli PHM)
Kondisi kapal yang tenggelam di kecamatan anggana. (Foto: Tim Patroli PHM)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tim Patroli PHM Selamatkan Enam Awak Kapal yang Tenggelam di Perairan Delta Mahakam

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kondisi kapal yang tenggelam di kecamatan anggana. (Foto: Tim Patroli PHM)
Kondisi kapal yang tenggelam di kecamatan anggana. (Foto: Tim Patroli PHM)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tim Patroli PHM Selamatkan Enam Awak Kapal yang Tenggelam di Perairan Delta Mahakam

Kondisi kapal yang tenggelam di kecamatan anggana. (Foto: Tim Patroli PHM)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - Tim patroli keamanan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil menyelamatkan enam awak kapal masyarakat yang mengalami kecelakaan dan tenggelam di perairan Delta Mahakam, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Selasa (1/9/2026).

Kapal tersebut diketahui sedang dalam perjalanan dari Muara Pantuan menuju Pulau Nubi, Kecamatan Anggana. Di tengah perjalanan, kapal dihantam kondisi angin dan gelombang yang kurang bersahabat hingga terhempas, kemasukan air, dan akhirnya tenggelam di sekitar area sumur migas yang dikelola PHM.

Informasi mengenai kejadian tersebut pertama kali diketahui awak kapal TB Paramount Fortune yang melintas di perairan dangkal Delta Mahakam sekitar pukul 17.45 WITA. Mereka melihat sebuah kapal masyarakat dalam kondisi tenggelam sekitar 3,2 kilometer dari daratan.

Enam awak kapal yang berada di lokasi terlihat melambaikan tangan sebagai tanda meminta pertolongan. Informasi itu kemudian diteruskan kepada tim patroli keamanan PHM yang berada di Fasilitas South Processing Unit (SPU).

Tim patroli langsung bergerak menuju lokasi menggunakan armada ST Ruhen 28. Sekitar pukul 18.20 WITA, seluruh awak kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Setelah dievakuasi, keenam awak kapal diberikan tempat untuk beristirahat dan mendapatkan penanganan lebih lanjut. PHM juga melakukan pendampingan guna memastikan kondisi mereka tetap baik.

Selain itu, PHM berkoordinasi dengan pemerintah setempat terkait kebutuhan para korban serta proses kepulangan mereka agar dapat segera kembali berkumpul dengan keluarga.

General Manager PHM, Muzwir Wiratama, mengapresiasi respons cepat tim patroli dalam menangani kondisi darurat tersebut. Ia juga bersyukur seluruh awak kapal berhasil diselamatkan dalam keadaan selamat.

“Bagi kami, melihat enam saudara kita berhasil diselamatkan dan dapat segera kembali berkumpul dengan keluarganya merupakan kebahagiaan tersendiri,” ujar Muzwir yang akrab disapa Wira. Jumat (4/9/2026)

Ia menegaskan, keberadaan PHM di wilayah operasi diupayakan tidak hanya mendukung kegiatan hulu migas, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Sebagai warga masyarakat yang baik, PHM senantiasa berupaya untuk memastikan keberadaan perusahaan memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan, terlebih lagi pada saat kondisi darurat seperti ini,” katanya.

Menurut Wira, respons cepat dalam situasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menempatkan keselamatan dan kemanusiaan sebagai prioritas.

“Kepedulian terhadap keselamatan pekerja dan masyarakat sekitar merupakan bagian dari komitmen PHM dalam menjalankan kegiatan hulu migas yang selamat, andal, bertanggung jawab, dan berkelanjutan,” tegasnya.

PHM juga memastikan koordinasi dengan para pemangku kepentingan terus dilakukan hingga seluruh proses pendampingan dan kepulangan keenam awak kapal berjalan dengan baik.

“Keselamatan dan kemanusiaan menjadi hal yang utama. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan di sekitar wilayah operasi, kami akan berupaya memberikan respons terbaik sesuai kemampuan dan prosedur yang kami miliki,” pungkasnya.