‎Anggaran Pembersihan Sampah Teras Samarinda II Diperkirakan Capai Rp800 Juta, Andi Harun Pilih Gotong Royong

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Tumpukan sampah di sisi sungai Mahakam kawasan Teras Samarinda tahap II, Jumat (4/9/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Tumpukan sampah di sisi sungai Mahakam kawasan Teras Samarinda tahap II, Jumat (4/9/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

‎Anggaran Pembersihan Sampah Teras Samarinda II Diperkirakan Capai Rp800 Juta, Andi Harun Pilih Gotong Royong

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Tumpukan sampah di sisi sungai Mahakam kawasan Teras Samarinda tahap II, Jumat (4/9/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Tumpukan sampah di sisi sungai Mahakam kawasan Teras Samarinda tahap II, Jumat (4/9/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

‎Anggaran Pembersihan Sampah Teras Samarinda II Diperkirakan Capai Rp800 Juta, Andi Harun Pilih Gotong Royong

Tumpukan sampah di sisi sungai Mahakam kawasan Teras Samarinda tahap II, Jumat (4/9/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

‎Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin 
‎
‎SAMARINDA - Tumpukan sampah berupa potongan kayu dan akar berukuran besar di sisi Sungai Mahakam, kawasan Teras Samarinda tahap II bakal segera dibersihkan melalui mekanisme gotong royong.
‎
‎Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah IV untuk membahas pembersihan sampah sekaligus pengerukan sedimentasi di kawasan tersebut.
‎
‎Namun, biaya yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp800 juta.
‎
‎Di tengah efisiensi anggaran, Wali Kota Samarinda, Andi Harun memilih penanganan secara bertahap melalui gotong royong agar pembersihan tidak perlu masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan nilai yang besar. 
‎
‎ia mengaku setelah meninjau langsung kawasan tersebut pada Jumat (4/5/2026) sore, pembersihan dinilai dapat dilakukan dengan peralatan dan tenaga yang tersedia. Ia memperkirakan kebutuhan biaya hanya sekitar Rp50 juta hingga maksimal Rp100 juta.
‎
‎“Untuk apa kita keluarkan Rp800 juta? Setelah saya tinjau dan pelajari dari ujung ke ujung bahwa ini cukup dengan mekanisme gotong royong,” kata Andi Harun.
‎
‎Untuk diketahui, sampah yang menumpuk di kawasan tersebut bukan hanya berupa plastik atau kertas. Sebagian besar merupakan potongan kayu dan akar berukuran besar yang perlu dipotong terlebih dahulu sebelum diangkut.
‎
‎Untuk itu, DLH diminta menyiapkan mesin pemotong kayu berukuran besar untuk membantu proses pembersihan. Kegiatan akan dilakukan secara bertahap, tidak harus setiap hari, tetapi ditargetkan tetap berjalan setiap minggu. Ia menargetkan pembersihan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu hingga dua bulan.
‎
‎“Sabtu atau minggu mungkin yang penting tiap minggu pasukan turun, kita bersihkan dulu sampahnya,” ucapnya.
‎
‎Pembersihan akan dilakukan dengan menyisir sampah di sepanjang sisi Teras Samarinda tahap II mulai dari sampah plastik hingga potongan kayu berukuran besar, setelahnya akan diangkut ke TPA. 
‎
‎Pemkot juga akan terus memantau kondisi kawasan setelah Teras Samarinda tahap II dibuka dan mulai dikunjungi masyarakat. Di sana, ia melihat masih terdapat warga yang membuang sampah sembarangan. Padahal sudah disediakan banyak tempat sampah di seluruh kawasan. 
‎
‎Andi Harun mengingatkan warga untuk ikut menjaga kebersihan fasilitas publik tersebut.  “Fasilitasnya sudah ada, kita jaga kebersihannya sama-sama,” pungkasnya.