Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin
TANJUNG REDEB – Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau kini tidak hanya memengaruhi aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak langsung pada pelayanan kesehatan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau mengambil langkah pencegahan dengan menghentikan sementara seluruh kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) hingga kondisi kualitas udara membaik.
Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie menjelaskan, kebijakan tersebut diambil sebagai upaya melindungi kelompok rentan yang paling berisiko terdampak paparan asap, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.
Keputusan itu tertuang dalam Surat Edaran Dinas Kesehatan Berau Nomor 440/2532/Kesmas-Promkes yang ditujukan kepada seluruh puskesmas di Kabupaten Berau.
Dalam surat tersebut, seluruh kegiatan Posyandu yang biasanya dilaksanakan setiap bulan untuk sementara waktu ditunda dan pelayanan dialihkan ke puskesmas di masing-masing wilayah.
“Langkah ini diambil setelah hasil pemantauan kualitas udara menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan,” ucap lamlay.
Berdasarkan data UPTD Laboratorium Lingkungan serta pemantauan kualitas udara dalam ruangan yang dilakukan puskesmas, sebagian besar fasilitas kesehatan, sekolah dan kawasan permukiman berada pada kategori sangat tidak sehat akibat tingginya konsentrasi partikulat PM 2.5.
Di sisi lain, lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang telah menembus lebih dari tiga ribu kasus semakin memperkuat perlunya pembatasan aktivitas kelompok rentan.
“Kondisi ini juga menjadi salah satu alasan diberlakukannya sistem Belajar Dari Rumah (BDR) bagi pelajar di Berau,” ujarnya.
Meski pelayanan Posyandu dihentikan sementara, Lamlay memastikan pemantauan kesehatan balita tetap berjalan.
Kader Posyandu diminta aktif memonitor anak-anak binaan di wilayah masing-masing dan segera mengarahkan mereka ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat apabila ditemukan gejala gangguan kesehatan.
Selain itu, Dinkes Berau terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya penggunaan masker, membatasi aktivitas di luar ruangan, serta menjaga kondisi tubuh selama kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat.
“Penundaan Posyandu akan dievaluasi secara berkala dan pelayanan akan kembali dibuka setelah kondisi udara dinilai aman bagi masyarakat,” tutupnya.


