Karhutla Kembali Muncul di Delineasi IKN, TNI Kerahkan Helikopter Caracal

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
TNI memadamkan api di delineasi IKN, Sabtu (5/9/2026). (Foto: Pendam VI/Mulawarman)
TNI memadamkan api di delineasi IKN, Sabtu (5/9/2026). (Foto: Pendam VI/Mulawarman)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Karhutla Kembali Muncul di Delineasi IKN, TNI Kerahkan Helikopter Caracal

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
TNI memadamkan api di delineasi IKN, Sabtu (5/9/2026). (Foto: Pendam VI/Mulawarman)
TNI memadamkan api di delineasi IKN, Sabtu (5/9/2026). (Foto: Pendam VI/Mulawarman)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Karhutla Kembali Muncul di Delineasi IKN, TNI Kerahkan Helikopter Caracal

TNI memadamkan api di delineasi IKN, Sabtu (5/9/2026). (Foto: Pendam VI/Mulawarman)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan

BALIKPAPAN - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kampung Dayak Nusantara, Desa Sukomulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), kembali memunculkan titik api meski sebelumnya telah dipadamkan.

Kondisi tersebut membuat TNI memperkuat operasi pemadaman dengan mengerahkan helikopter Caracal untuk melakukan water bombing di kawasan yang berada dalam wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (5/9/2026).

Sejak pagi, personel TNI dari Kodim 0913/PPU dan Yonif TP 826/BTB diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman, penyekatan hingga pendinginan di sejumlah titik yang masih terdapat api maupun bara.

Penanganan dipimpin Kasdim 0913/PPU dengan dukungan Lanud Dhomber Balikpapan serta bersinergi bersama Polresta IKN, Polsek Loa Janan dan Otorita IKN.

Karhutla menjadi sulit dikendalikan karena lokasi kebakaran didominasi semak belukar dengan lapisan gambut tipis. 

Kondisi tersebut diperparah hembusan angin yang membuat api berpotensi kembali menyala setelah berhasil dipadamkan.

Situasi ini membuat personel TNI harus melakukan pemadaman secara berulang sekaligus memperkuat penyekatan agar api tidak meluas ke kawasan di sekitarnya.

Untuk mempercepat penanganan, satu unit helikopter Caracal dari unsur TNI AU dikerahkan melakukan pemantauan dari udara sebelum melaksanakan water bombing pada sejumlah titik yang masih terpantau terbakar.

Air untuk operasi pemadaman udara tersebut diambil dari embung bekas tambang yang berada di sekitar lokasi Karhutla.

Operasi dari udara dilakukan untuk menjangkau titik-titik api yang sulit ditangani melalui jalur darat. Sementara personel Yonif TP 826/BTB tetap melakukan pemadaman manual, penyekatan dan pendinginan di lokasi.

“Kami tidak ingin memberikan ruang bagi api untuk kembali meluas. Personel TNI terus berada di lapangan untuk melakukan pemadaman, penyekatan, dan pendinginan, termasuk memperkuat penanganan melalui operasi water bombing,” tegas Kasdim 0913/PPU, Mayor Arm Antha Hi Yusuf.

Menurutnya, kondisi di lapangan masih dinamis sehingga pemantauan dan penanganan akan terus dilakukan sampai titik-titik api benar-benar terkendali.

Hingga sore hari, beberapa titik api kembali muncul di sekitar lokasi. Salah satunya berada di belakang Gereja Oikumene Bukit Likon, sementara titik lainnya terpantau sekitar dua kilometer dari lokasi kebakaran sebelumnya.

Personel TNI bersama unsur terkait langsung bergerak melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api kembali meluas.

Hingga pukul 16.57 WITA, proses pemadaman masih berlangsung. Personel Yonif TP 826/BTB bersama Otorita IKN dan Polresta IKN terus melakukan penyisiran serta pendinginan guna memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

Karhutla yang terjadi di kawasan PPU dan bersinggungan dengan wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tersebut diperkirakan telah berdampak pada lahan seluas sekitar 300 hektare.

Kampung Dayak Nusantara sendiri dihuni sekitar 50 kepala keluarga (KK), yang sebagian besar berasal dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

Lokasi kebakaran juga berada tidak jauh dari sejumlah kawasan strategis IKN. Jaraknya sekitar 30 kilometer dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN dan sekitar 67 kilometer dari Bandara Nusantara.

Di kawasan Kampung Dayak Nusantara terdapat sejumlah fasilitas umum, termasuk masjid dan Gereja Oikumene yang turut menjadi perhatian dalam penanganan Karhutla.

TNI bersama seluruh unsur terkait terus mengintensifkan pemadaman melalui kombinasi operasi darat dan udara. 

Langkah tersebut dilakukan untuk mengendalikan titik api, mencegah perluasan kebakaran sekaligus memastikan kawasan di wilayah delineasi IKN tetap aman dan terkendali.