Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Sebaran abu vulkanik akibat meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai berdampak terhadap operasional penerbangan dari sejumlah bandara di Kalimantan, termasuk Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.
Berdasarkan data Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII per 6 September 2026, sejumlah penerbangan dari dan menuju bandara di Kalimantan mengalami keterlambatan hingga pembatalan (cancel flight).
Di Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan, penerbangan Garuda Indonesia GA561 rute Balikpapan-Jakarta mengalami keterlambatan. Penerbangan yang seharusnya berangkat pukul 06.20 WITA tersebut dijadwalkan ulang menjadi pukul 10.35 WITA.
Sementara itu, penerbangan Pelita Air IP602 rute Jakarta-Balikpapan dengan jadwal kedatangan pukul 16.15 WIB tercatat mengalami pembatalan.
Sejumlah penerbangan lainnya dari Balikpapan juga terdampak. Citilink QG439 rute Balikpapan-Jakarta dan Pelita Air IP603 rute Balikpapan-Jakarta tercatat dibatalkan.
Sedangkan penerbangan Batik Air ID6253 serta empat penerbangan Super Air Jet, yakni IU601, IU607, IU603 dan IU609 rute Balikpapan-Jakarta, masih tercatat dalam jadwal keberangkatan dengan tingkat keterisian masing-masing mencapai 86 hingga 93 persen.
Gangguan serupa juga terjadi di sejumlah bandara lain di Kalimantan Timur (Kaltim).
Di Bandara APT Pranoto Samarinda, penerbangan Batik Air ID6257 rute Samarinda-Jakarta tercatat dibatalkan.
Sementara di Bandara Kalimarau Berau, penerbangan Batik Air ID6430-ID6431 rute Jakarta-Berau-Jakarta juga mengalami pembatalan.
Dampak lebih luas terlihat di Kalimantan Tengah (Kalteng). Sejumlah penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Bandara Iskandar Pangkalan Bun dan Bandara H Asan Sampit juga tercatat mengalami pembatalan.
Di Bandara Tjilik Riwut, penerbangan Batik Air ID6201, Garuda Indonesia GI551 dan Super Air Jet IU651 rute Palangka Raya-Jakarta dibatalkan.
Sementara di Bandara Iskandar, penerbangan Batik Air rute Jakarta-Pangkalan Bun dan sebaliknya, serta sejumlah penerbangan Nam Air dari dan menuju Pangkalan Bun juga tercatat dibatalkan.
Begitu pula di Bandara H Asan Sampit. Penerbangan Nam Air IN242 rute Surabaya-Sampit dan Super Air Jet IU350 rute Jakarta-Sampit dibatalkan. Penerbangan sebaliknya, yakni Nam Air IN243 dan Super Air Jet IU351, juga tercatat mengalami pembatalan.
Kondisi tersebut menyusul meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berpotensi memengaruhi operasional penerbangan pada wilayah ruang udara tertentu, termasuk penerbangan dari dan/atau menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK).
Otoritas Bandar Udara Wilayah VII kemudian menerbitkan imbauan peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap dampak sebaran abu vulkanik terhadap operasional penerbangan di wilayah kerjanya.
Dalam surat tersebut, Otban Wilayah VII meminta seluruh pemangku kepentingan penerbangan meningkatkan pemantauan dan koordinasi guna memastikan keselamatan, keamanan, kelancaran operasional serta kesinambungan pelayanan angkutan udara.
Maskapai juga diminta mengantisipasi dampak operasional penerbangan dari dan atau menuju CGK, termasuk kemungkinan pembatalan, penundaan, perubahan rute, pengalihan penerbangan maupun perubahan jadwal.
Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, menegaskan seluruh pihak perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak sebaran abu vulkanik.
"Kami meminta seluruh pemangku kepentingan penerbangan meningkatkan kewaspadaan, pemantauan dan koordinasi terhadap potensi dampak sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Dampaknya terhadap operasional penerbangan perlu diantisipasi, termasuk kemungkinan penundaan, pembatalan, perubahan rute maupun pengalihan penerbangan. Keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama," ujar Ferdinan, Minggu (6/9/2026).
Penyelenggara bandar udara juga diminta memastikan kesiapan fasilitas, personel dan prosedur pelayanan dalam menghadapi kemungkinan pembatalan, penundaan, pengalihan penerbangan maupun peningkatan jumlah penumpang terdampak.
Dalam informasi penerbangan terkait Bandara Soekarno-Hatta, operasional penerbangan sempat dihentikan sementara pada pukul 08.36 hingga 13.30 WIB sebagai langkah mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan.
Calon penumpang diimbau mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara.
Otban Wilayah VII menegaskan keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama di tengah dampak sebaran abu vulkanik tersebut.


