Hari Ini, Pemkot Samarinda Gelar Pasar Murah di Makroman dan Pulau Atas

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ilustrasi pasar murah. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Ilustrasi pasar murah. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Hari Ini, Pemkot Samarinda Gelar Pasar Murah di Makroman dan Pulau Atas

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ilustrasi pasar murah. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Ilustrasi pasar murah. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Hari Ini, Pemkot Samarinda Gelar Pasar Murah di Makroman dan Pulau Atas

Ilustrasi pasar murah. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin

SAMARINDA - Kebutuhan pokok di sejumlah wilayah terdampak kekeringan menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. 

Untuk mencegah kondisi tersebut memicu lonjakan inflasi, Dinas Perdagangan menggelar pasar murah dengan menyasar lokasi yang telah dilaporkan terdampak oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah Pemkot selama masa tanggap darurat yang berlangsung hingga 7 September 2026.

Untuk tahap awal, pasar murah diprioritaskan di wilayah Palaran, Sambutan, Lempake, dan Samarinda Ulu. Jika masa tanggap darurat diperpanjang, kegiatan pasar murah akan diperluas ke seluruh kecamatan.

“Semua pihak diaktifkan, termasuk Dinas Perdagangan, mengkondisikan jangan sampai kondisi ini bisa menjadikan lonjakan inflasi,” ujar Nurrahmani.

Sejumlah komoditas yang disiapkan antara lain beras, minyak goreng, air mineral, gas elpiji, telur, gula, dan ikan beku. Namun, ketersediaan barang menyesuaikan pasokan dari distributor.

Nurrahmani menyebut harga jual dalam pasar murah diupayakan lebih rendah dibandingkan harga biasa. Untuk beras Bulog, harga yang ditawarkan mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET), sedangkan gas elpiji dijual sekitar Rp18 ribu.

Ia menjelaskan, kegiatan pasar murah tidak membutuhkan anggaran besar karena Dinas Perdagangan hanya menyiapkan biaya mobilisasi.

Kebutuhan barang didukung oleh distributor dan Perum Bulog, sedangkan sejumlah komoditas dapat dibayarkan setelah barang terjual.

“Anggarannya cuma Rp20 juta, karena kami perlu bensin saja, untuk mobilisasi. Kami tidak membeli,” paparnya.

Kegiatan pasar murah telah berlangsung sejak 4 September dan dijadwalkan berlanjut hingga 7 September 2026 dengan lokasi pelaksanaan berada di halaman Kantor Kelurahan Makroman dan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan. 

Nurrahmani berharap masyarakat di wilayah terdampak dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Harapannya ini bisa dimanfaatkan untuk membantu masyarakat,” pungkasnya.