Hujan Lebat Guyur Balikpapan di Puncak Kemarau, BMKG Sebut Pengaruh Gelombang Kelvin

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Hujan mengguyur di wilayah Balikpapan Tengah, Senin (7/9/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Hujan mengguyur di wilayah Balikpapan Tengah, Senin (7/9/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Hujan Lebat Guyur Balikpapan di Puncak Kemarau, BMKG Sebut Pengaruh Gelombang Kelvin

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Hujan mengguyur di wilayah Balikpapan Tengah, Senin (7/9/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Hujan mengguyur di wilayah Balikpapan Tengah, Senin (7/9/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Hujan Lebat Guyur Balikpapan di Puncak Kemarau, BMKG Sebut Pengaruh Gelombang Kelvin

Hujan mengguyur di wilayah Balikpapan Tengah, Senin (7/9/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

BALIKPAPAN - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur sejumlah wilayah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (7/9/2026).

Hujan terpantau terjadi di wilayah Balikpapan Tengah dan sekitarnya sejak pagi. Intensitas lebih tinggi juga terjadi di sejumlah kawasan Balikpapan Utara pada siang ini.

Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin mengatakan hujan yang terjadi di Balikpapan merupakan fenomena alami meski saat ini Kaltim masih berada dalam puncak musim kemarau.

Menurutnya, peningkatan potensi hujan pada 6-7 September 2026 dipengaruhi oleh adanya Gelombang Kelvin yang melintas di wilayah Kaltim. "Ini hujan natural, Mas. Natural ini," kata Huda.

Ia menjelaskan, Gelombang Kelvin merupakan salah satu gangguan atmosfer yang bergerak dari barat ke timur. 
Gelombang tersebut mulai melintasi wilayah Kaltim sejak sekitar 4 September dan pengaruhnya masih dirasakan hingga hari ini.

Selain faktor tersebut, kondisi lokal juga turut mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.
"Potensi hujan pada tanggal 6 dan 7 ini sedang meningkat, terutama dihasilkan oleh adanya Gelombang Kelvin yang melewati wilayah Kalimantan Timur, dan juga efek dari gangguan lokal yang sedang meningkat," jelasnya.

Huda menegaskan, hujan yang mengguyur Balikpapan hari ini bukan merupakan hasil Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

"Ini hujan natural," tegasnya.