Reporter : Herdiansyah l Editor : Buniyamin
SAMARINDA - Pemprov Kaltim menyiapkan Posko Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), serta Asap Akibat Karhutla sebagai pusat komando dan koordinasi dalam menghadapi potensi bencana di sejumlah wilayah.
Posko yang berada di kawasan Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim, Jalan MT Haryono, Samarinda difungsikan sebagai pusat pemantauan dan komando, sekaligus koordinasi penanganan bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan menegaskan, optimalisasi posko menjadi salah satu kunci penting dalam merespons ancaman karhutla sedini mungkin.
“Posko siaga ini beroperasi penuh untuk memastikan koordinasi lintas sektor berjalan tanpa hambatan,” kata Buyung.
Menurutnya, posko tidak hanya berfokus pada upaya mitigasi dan pemadaman titik api, tapi juga disiapkan untuk mengantisipasi dampak kekeringan serta meminimalkan risiko gangguan kesehatan masyarakat akibat paparan asap karhutla.
Ia mengatakan posko akan menjadi ruang untuk memastikan setiap informasi terkait potensi karhutla dapat segera diverifikasi dan ditindaklanjuti.
“Setiap informasi yang masuk akan kami verifikasi dan koordinasikan dengan unsur terkait untuk menentukan langkah penanganan di lapangan. Semakin cepat informasi diterima dan direspons, semakin besar peluang kita mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” jelasnya.
Buyung menambahkan, kesiapsiagaan menghadapi karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Penanganan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat hingga masyarakat.
Ia mengajak seluruh elemen untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan.
“Karhutla merupakan ancaman yang harus kita hadapi bersama. Kesiapsiagaan dan kecepatan dalam merespons menjadi sangat penting agar potensi bencana tidak berkembang menjadi lebih besar,” pungkasnya.


