Akses Pasar Pagi Dievaluasi, Pembangunan Jalan Pendekat Capai 70 Persen

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Jalan pendekat yang dibangun untuk menghubungkan Pasar Pagi dengan Jalan Tumenggung, Jumat (4/9/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Jalan pendekat yang dibangun untuk menghubungkan Pasar Pagi dengan Jalan Tumenggung, Jumat (4/9/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Akses Pasar Pagi Dievaluasi, Pembangunan Jalan Pendekat Capai 70 Persen

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Jalan pendekat yang dibangun untuk menghubungkan Pasar Pagi dengan Jalan Tumenggung, Jumat (4/9/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Jalan pendekat yang dibangun untuk menghubungkan Pasar Pagi dengan Jalan Tumenggung, Jumat (4/9/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Akses Pasar Pagi Dievaluasi, Pembangunan Jalan Pendekat Capai 70 Persen

Jalan pendekat yang dibangun untuk menghubungkan Pasar Pagi dengan Jalan Tumenggung, Jumat (4/9/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin 

SAMARINDA - Pembangunan jalan pendekat yang menghubungkan kawasan Pasar Pagi Samarinda dengan Jalan Tumenggung kini telah mencapai progres sekitar 70 persen.

Asisten II Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Patiroy mengatakan pembangunan jalan tersebut masih terus berjalan untuk mendukung akses menuju kawasan Pasar Pagi.

“Progresnya sekitar 70 persen,” ujar Marnabas saat ditanya mengenai progres pembangunan jalan pendekat tersebut.

Selain pembangunan jalan, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda juga menyiapkan evaluasi terhadap sejumlah fasilitas Pasar Pagi, termasuk akses menuju area perdagangan di lantai atas.

Marnabas mengatakan pemkot berencana menyiapkan eskalator di bagian depan dan belakang pasar. Namun, rencana tersebut masih perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.

“Kalau indoor kita harus pakai atap, tapi mengganggu estetikanya. Nah, kita jadikan sekarang yang outdoor,” jelasnya.

Ia menyebut kebutuhan eskalator tersebut cukup besar karena jumlah pedagang di Pasar Pagi mencapai lebih dari 2.000 orang.

Ia bahkan menginginkan pembangunan empat eskalator, masing-masing dua di sisi kiri dan kanan, untuk mendukung akses pengunjung dan pedagang.

Namun, rencana tersebut belum dapat dipastikan terealisasi tahun ini. Pemkot masih akan menyampaikan usulan tersebut kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk dipertimbangkan dalam penganggaran.

Selain akses, Pemkot juga akan mengevaluasi sistem perparkiran yang saat ini menggunakan tarif progresif. Evaluasi dilakukan agar sistem parkir dapat lebih sesuai dengan kemampuan masyarakat yang berbelanja di Pasar Pagi.

Marnabas menegaskan, Pasar Pagi diperuntukkan bagi perdagangan rakyat, bukan pasar modern. Karena itu, fasilitas dan sistem yang diterapkan harus mempertimbangkan kebutuhan pedagang serta daya beli masyarakat.

“Kita tidak mencari PAD yang berlebihan, mencari PAD yang kira-kira sesuai dengan kemampuan masyarakat kita juga,” ujarnya.

Ia juga menyoroti lokasi zona basah yang berada di lantai dua. Menurutnya, penempatan komoditas tersebut perlu dikaji kembali karena karakteristik pasar rakyat membuat sebagian pembeli cenderung enggan berbelanja di lantai dua.

“Daerah basah penjualan ikan, sayuran ini berada di lantai dua. Segmen ini tidak cocok, orang malas belanja di lantai dua,” jelasnya.

Karena itu, Pemkot akan mengkaji kembali penataan area perdagangan basah, sistem parkir, serta kebutuhan fasilitas pendukung agar Pasar Pagi dapat berfungsi lebih optimal.