Sudah 10 Tahun Dibahas, Agus Haris Minta Pembangunan Jembatan SMPN 5 Segera Direalisasikan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranemdia.com)
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranemdia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Sudah 10 Tahun Dibahas, Agus Haris Minta Pembangunan Jembatan SMPN 5 Segera Direalisasikan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranemdia.com)
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranemdia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Sudah 10 Tahun Dibahas, Agus Haris Minta Pembangunan Jembatan SMPN 5 Segera Direalisasikan

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranemdia.com)

Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Buniyamin

BONTANG – Rencana pembangunan jembatan menuju SMPN 5 Bontang yang telah dibahas lebih dari satu dekade kembali mencuat.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris meminta seluruh pihak segera mengambil keputusan agar pembangunan tidak terus tertunda.

Agus mengatakan persoalan akses SMPN 5 bukan perkara baru. Sebabm saat masih menjabat Ketua Komisi I DPRD Bontang sekitar 2016 atau 2017, pihaknya mendorong penyelesaian akses tersebut.

Namun hingga kini, pembangunan belum terealisasi karena proses administrasi hibah lahan belum tuntas.

“Sudah lebih 10 tahun. Tidak bisa lagi kita diamkan hanya sebatas rapat seremonial, tidak ada keputusan,” kata Agus saat mengunjungi SMPN 5 Bontang, Senin (7/9/2026).

Ia menegaskan Pemkot akan mempertemukan seluruh pihak yang berkepentingan untuk mencari keputusan bersama. Rapat lanjutan dijadwalkan Rabu pekan depan.

Agus menyebut akan meminta penjelasan dari perusahaan terkait mengenai proses hibah dan berencana bertemu langsung dengan jajaran pimpinan perusahaan untuk menyampaikan permohonan tersebut.

“Kami mengharapkan itu karena toh juga tidak seberapa, ini 'kan paling berapa meter itu ya? Paling 20 meter,” ujarnya.

Menurut Agus, pemerintah telah memiliki perencanaan pembangunan jembatan. Lebarnya dirancang sekitar 10 meter, dengan opsi penyesuaian apabila luas lahan yang dapat dihibahkan lebih terbatas.

“Kalau misalnya kita dikasih hanya 8 meter atau 7 meter, tetap kita setuju. Yang penting bisa selisih kendaraan mobil dua,” katanya.

Agus menargetkan apabila proses hibah selesai sebelum batas penganggaran, pembangunan dapat dilakukan pada 2027.

Kabag Hukum Setda Kota Bontang, Andi Kurniawansah mengatakan proses administrasi tetap harus dilakukan karena lahan yang berkaitan dengan akses tersebut merupakan aset yang penggunaannya harus mengikuti ketentuan.

“Kalau tidak keliru, tadi ini HGB. Tentu untuk administrasi, mungkin kita perlu mengajukan permohonan hibah ke KNE sama KIE,” ujarnya.

Pemkot memastikan proses administrasi akan ditindaklanjuti apabila kesepakatan hibah telah tercapai.