Rute Samarinda–Jakarta Masih Terganggu, 600 Penumpang Terdampak Pembatalan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ilustrasi aktivitas di Bandara APT Pranoto. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Ilustrasi aktivitas di Bandara APT Pranoto. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Rute Samarinda–Jakarta Masih Terganggu, 600 Penumpang Terdampak Pembatalan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ilustrasi aktivitas di Bandara APT Pranoto. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Ilustrasi aktivitas di Bandara APT Pranoto. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Rute Samarinda–Jakarta Masih Terganggu, 600 Penumpang Terdampak Pembatalan

Ilustrasi aktivitas di Bandara APT Pranoto. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA – Sekitar 600 penumpang terdampak pembatalan penerbangan dari Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda menuju Jakarta pada Minggu (6/9/2026).

Pembatalan terjadi menyusul penutupan Bandara Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut turut menghentikan sementara operasional penerbangan tiga maskapai di APT Pranoto, yakni Batik Air, Citilink, dan Garuda Indonesia hingga hari ini. 

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I APT Pranoto Kadek Yuli Sastrawan mengatakan, jumlah penumpang terdampak masih berupa perkiraan. Kalkulasi itu mengacu pada rata-rata kapasitas 140 penumpang dari empat jadwal penerbangan.

“Mungkin yang terdampak sekitar 600-an penumpang, kurang lebih. Itu untuk kemarin,” kata Kadek, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, jumlah tersebut masih dapat berubah karena sebagian calon penumpang memilih membatalkan perjalanan atau mengajukan pengembalian dana melalui aplikasi maskapai.

Sementara itu, penerbangan rute Samarinda–Jakarta belum dipastikan kembali beroperasi normal. Pengelola APT Pranoto masih menunggu perkembangan kondisi keselamatan penerbangan serta pembaruan informasi dari masing-masing maskapai.

Kadek menjelaskan, penerbitan maupun pencabutan Notice to Airmen (NOTAM) tidak memiliki estimasi waktu pasti. Keputusan tersebut bergantung pada hasil pengujian kondisi aktual di lapangan dan observasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Tidak ada waktu yang pasti kapan. Semua melihat situasi pada saat itu,” ucapnya.

Pergerakan abu vulkanik yang dipengaruhi arah dan perubahan angin membuat durasi penutupan bandara sulit diprediksi. Karena itu, operasional penerbangan sepenuhnya masih bergantung pada dinamika keselamatan di lapangan.

Untuk mengantisipasi penumpukan calon penumpang di terminal keberangkatan, pihak pengelola bandara telah menyediakan area pelayanan khusus bagi penumpang terdampak.

Adapun rekapitulasi penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan pada Senin (7/9/2026) masih menunggu laporan terbaru dari masing-masing maskapai.

“Belum pasti. Sambil menunggu informasi dari hasil tes di lapangan dan juga observasi dari BMKG,” jelasnya.