Banner ADV

El Nino Belum Capai Puncak, Berau Bersiap Hadapi Ancaman Karhutla Berkepanjangan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca2186 kali dibaca
Wakil Bupati Berau Gamalis mengikuti rapat koordinasi penanggulangan dan penanganan karhutla bersama sejumlah instansi terkait. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Wakil Bupati Berau Gamalis mengikuti rapat koordinasi penanggulangan dan penanganan karhutla bersama sejumlah instansi terkait. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

El Nino Belum Capai Puncak, Berau Bersiap Hadapi Ancaman Karhutla Berkepanjangan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca2186 kali dibaca
Wakil Bupati Berau Gamalis mengikuti rapat koordinasi penanggulangan dan penanganan karhutla bersama sejumlah instansi terkait. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Wakil Bupati Berau Gamalis mengikuti rapat koordinasi penanggulangan dan penanganan karhutla bersama sejumlah instansi terkait. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

El Nino Belum Capai Puncak, Berau Bersiap Hadapi Ancaman Karhutla Berkepanjangan

2186
Wakil Bupati Berau Gamalis mengikuti rapat koordinasi penanggulangan dan penanganan karhutla bersama sejumlah instansi terkait. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau belum menunjukkan tanda untuk berakhir. Pemerintah daerah justru mulai bersiap menghadapi potensi kebakaran yang lebih panjang seiring kondisi El Nino yang diperkirakan masih akan berlangsung.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Berau, Gamalis, dalam rapat koordinasi antara pemerintah daerah dan perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) terkait penanggulangan serta penanganan puncak karhutla 2026. Kegiatan tersebut digelar melalui Zoom Meeting dari ruang rapat Diskominfo Berau.

Gamalis menilai kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai. Menurutnya, El Nino yang belum mencapai puncaknya berpotensi memperpanjang musim kemarau sekaligus meningkatkan risiko kebakaran.

“El Nino ini belum sampai puncak. Artinya, masih akan panjang. Kalau kemaraunya panjang, potensi kebakarannya juga panjang,” ujar Gamalis.

Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah memastikan kesiapan personel di lapangan. Unsur BPBD, Damkar, Manggala Agni, Regu Pemadam Kebakaran (Redkar), Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI-Polri, hingga masyarakat telah disiapkan untuk merespons apabila terjadi kebakaran.

Namun, Gamalis mengingatkan bahwa kesiapan personel saja belum cukup. Tantangan terbesar yang masih dihadapi adalah keterbatasan infrastruktur pendukung, terutama karena titik rawan kebakaran di Berau tersebar di wilayah yang luas.

“Kalau dari sisi personel, insyaallah sudah siap. Permasalahannya sekarang infrastruktur kita yang masih belum memadai,” katanya.

Menurutnya, penanganan karhutla juga tidak bisa selalu dilakukan dengan pendekatan pemadaman cepat. Sejumlah lokasi memiliki karakter lahan yang memungkinkan api bertahan di bawah permukaan tanah.

Kondisi tersebut menjadi persoalan serius, terutama ketika kebakaran menyentuh kawasan gambut. Api yang terlihat padam di permukaan belum tentu benar-benar hilang karena bara masih dapat bertahan di lapisan bawah tanah.

“Bahan bakarnya di atas selesai, tetapi di bawah masih menyala, terutama kalau gambut. Ini yang menjadi permasalahan,” jelasnya.

Karena itu, pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan kekuatan personel, tetapi juga membutuhkan dukungan sarana dan prasarana agar penanganan kebakaran dapat dilakukan lebih cepat dan menjangkau titik-titik yang sulit diakses.

Gamalis juga memberikan perhatian terhadap kondisi para petugas yang berada di garis depan. Dengan ancaman karhutla yang berpotensi berlangsung lama, kesehatan dan keselamatan personel menjadi bagian penting dalam strategi penanganan.

Ia berharap seluruh unsur yang terlibat dapat menjaga kondisi fisik selama menjalankan tugas, mengingat beban kerja dapat meningkat apabila kebakaran terjadi secara bersamaan di sejumlah wilayah.

Bagi Pemkab Berau, situasi ini menjadi sinyal bahwa pencegahan harus dilakukan sebelum api meluas. Koordinasi pemerintah, perusahaan pemegang HGU, aparat, relawan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk menekan risiko karhutla selama musim kemarau panjang.

Dengan El Nino yang diperkirakan belum mencapai puncak, Berau kini tidak hanya dituntut siap memadamkan api, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas. (Adv)