Kapal Pemancing Terbalik di Perairan Susuk, Enam Orang Berhasil Selamat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Tim Polairud Polres Kutom selamatkan kapal pemancing KM Bintang Timor terbalik dan tenggelam dihantam gelombang di Perairan Susuk, Desa Susuk Luar, Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutim. (Foto: Dok Polres Kutim)
Tim Polairud Polres Kutom selamatkan kapal pemancing KM Bintang Timor terbalik dan tenggelam dihantam gelombang di Perairan Susuk, Desa Susuk Luar, Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutim. (Foto: Dok Polres Kutim)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kapal Pemancing Terbalik di Perairan Susuk, Enam Orang Berhasil Selamat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Tim Polairud Polres Kutom selamatkan kapal pemancing KM Bintang Timor terbalik dan tenggelam dihantam gelombang di Perairan Susuk, Desa Susuk Luar, Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutim. (Foto: Dok Polres Kutim)
Tim Polairud Polres Kutom selamatkan kapal pemancing KM Bintang Timor terbalik dan tenggelam dihantam gelombang di Perairan Susuk, Desa Susuk Luar, Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutim. (Foto: Dok Polres Kutim)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kapal Pemancing Terbalik di Perairan Susuk, Enam Orang Berhasil Selamat

Tim Polairud Polres Kutom selamatkan kapal pemancing KM Bintang Timor terbalik dan tenggelam dihantam gelombang di Perairan Susuk, Desa Susuk Luar, Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutim. (Foto: Dok Polres Kutim)

Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan 

SANGATTA – Enam orang selamat setelah kapal pemancing KM Bintang Timor terbalik dan tenggelam dihantam gelombang di Perairan Susuk, Desa Susuk Luar, Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutim, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 19.30 WITA.

Enam orang tersebut terdiri dari seorang kapten atau juragan, dua anak buah kapal (ABK) dan tiga pemancing. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kapal awalnya mengalami kemiringan ke sisi kanan saat berada di tengah kondisi gelombang. ABK kemudian berupaya memotong tali jangkar untuk menghindari kapal semakin miring.

Namun, upaya itu tidak berhasil dilakukan tepat waktu. Kapal kembali dihantam gelombang hingga kemiringannya bertambah dan akhirnya terbalik sebelum tenggelam.

Informasi mengenai kejadian tersebut diterima petugas dan langsung ditindaklanjuti Satpolairud Polres Kutim bersama unsur terkait. 

Kemudian, petugas mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi keenam orang yang berada di kapal tersebut.

Kasat Polairud Polres Kutim, Iptu Herianto mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah unsur setelah menerima laporan kejadian.

“Informasi yang kami terima langsung ditindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama instansi terkait dan mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan kondisi korban,” ujar Herianto, Senin (07/09/2026).

Koordinasi dilakukan dengan Markas Bual-Bual Ditpolairud Polda Kaltim dan Pos TNI AL Sangkulirang. 

Petugas juga meminta keterangan dari korban dan saksi untuk mengetahui rangkaian kejadian.

Enam orang yang berada di KM Bintang Timor yakni Jamal (51), kapten atau juragan asal Sangatta Selatan yakni Aku Topan (22), ABK asal Sangatta Selatan dan Ramadhani (21), ABK asal Majene, Sulawesi Barat.

Tiga lainnya merupakan pemancing, yakni Punandar Dapit (42), Parsidi (38), dan Babot (34), yang tercatat berdomisili di Rantau Pulung.

Sebelum kapal tenggelam, Ramadhani sempat menghubungi saudaranya, Busman, yang berada di wilayah Kenyamukan. Ia menyampaikan kondisi darurat yang dialami KM Bintang Timor.

Lokasi kejadian berada di Perairan Susuk, Desa Susuk Luar, Kecamatan Sandaran, pada koordinat N 00°46.032 dan E 118°14.783.

Herianto mengimbau masyarakat yang beraktivitas di laut untuk memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang sebelum maupun selama melakukan perjalanan.

“Kami mengimbau masyarakat yang melakukan aktivitas di laut agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang serta mengutamakan keselamatan selama berada di perairan,” katanya.