Karhutla Kaltim Mulai Mengkhawatirkan, 23 Firespot dan 657 Hotspot Terpantau

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kondisi cuaca di Samarinda. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com).
Kondisi cuaca di Samarinda. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Karhutla Kaltim Mulai Mengkhawatirkan, 23 Firespot dan 657 Hotspot Terpantau

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kondisi cuaca di Samarinda. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com).
Kondisi cuaca di Samarinda. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Karhutla Kaltim Mulai Mengkhawatirkan, 23 Firespot dan 657 Hotspot Terpantau

Kondisi cuaca di Samarinda. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com).

Reporter : Herdiansyah l Editor : Bambang Irawan 

SAMARINDA - Kondisi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kaltim per 6 September 2026 menunjukkan kondisi yang semakin mengkhawatirkan.

Sehingga hal tersebut berdampak pada kualitas udara yang sangat memengaruhi aktivitas masyarakat yang kini masuk kategori tidak sehat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, mengatakan berdasarkan data BPBD Kaltim, terdapat 23 firespot dan 657 hotspot yang terpantau.

“Dari data posko siaga darurat BPBD Kaltim, ada 23 firespot dan 657 hotspot terpantau. Angka PM2.5 kita tinggi banget, dan ini bahaya buat pernapasan kita,” kata Buyung.

Ia mengingatkan, paparan asap akibat Karhutla dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan.

“Asap Karhutla bisa bikin iritasi saluran napas, mata perih sampai kulit gatal. Teman-teman kita yang lansia, anak-anak, dan punya asma paling berisiko,” tegasnya.

Ia pun meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih berada dalam kondisi tidak sehat.

"BPBD mengimbau masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker, terutama masker N95 atau masker medis. Aktivitas di luar ruangan juga sebaiknya dikurangi dan masyarakat dianjurkan lebih banyak beristirahat di dalam rumah," jelasnya. 

Selain itu, masyarakat diminta memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.

"Masyarakat di Kaltim diimbau tetap memantau perkembangan kualitas udara dan informasi resmi terkait Karhutla, serta mengikuti arahan pemerintah dan petugas di lapangan," tutupnya.