Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin
BONTANG – Kondisi jembatan menuju SMPN 5 Bontang menjadi perhatian Pemerintah Kota Bontang.
Usianya yang telah mencapai sekitar 21 tahun dinilai membutuhkan penanganan segera mengingat akses tersebut setiap hari dilalui ratusan siswa.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menilai pemerintah tidak boleh menunggu hingga terjadi persoalan sebelum mengambil tindakan.
Hal itu disampaikannya saat meninjau lokasi jembatan.
Dia mengatakan jembatan tersebut telah digunakan selama puluhan tahun dan menjadi akses penting menuju sekolah.
"Saya bayangkan itu, kalau ini tiba-tiba orang lewat, anak-anak pagi kan ratusan lewat, berjejer dan tiba-tiba ambruk. Siapa yang disalahkan? Pasti kami pemerintah 'kan,” ujarnya, Selasa (8/9/2026).
Untuk itu, Dia meminta persoalan pembangunan jembatan tidak lagi berhenti pada pembahasan. Pemkot akan menaikkan status pembahasannya dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Rapat lanjutan dijadwalkan digelar Rabu pekan depan. Pemkot akan mengundang unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah terkait, BPN, pihak sekolah dan perusahaan yang berkaitan dengan proses hibah lahan.
“Sudah lebih 10 tahun. Tidak bisa lagi kita diamkan hanya sebatas rapat seremonial, tidak ada keputusan,” tegasnya.
Kepala SMPN 5 Bontang Muhiddin mengatakan pihak sekolah berharap pembangunan segera direalisasikan. Menurutnya, usia jembatan yang mencapai 21 tahun membuat kondisi fisiknya terus mengalami penurunan.
“Harapannya tentu ini segera selesai. Kondisi fisik daripada jembatan ini sudah 21 tahun,” katanya.
Dalam rencana pembangunan, jembatan tersebut diproyeksikan memiliki lebar sekitar 10 meter. Lebar tersebut dinilai cukup untuk mendukung akses kendaraan sekaligus aktivitas warga sekolah.
Pemkot saat ini masih menunggu penyelesaian proses administrasi hibah sebelum pembangunan dapat dilaksanakan.


