Dikira Mampir Ibadah, Maling Kotak Amal Majelis Taklim Mangkurawang Terekam CCTV

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Rekaman cctv pria diduga bobol kotak amal di majelis taklim mangkurawang (Foto: pemilik majelis)
Rekaman cctv pria diduga bobol kotak amal di majelis taklim mangkurawang (Foto: pemilik majelis)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dikira Mampir Ibadah, Maling Kotak Amal Majelis Taklim Mangkurawang Terekam CCTV

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Rekaman cctv pria diduga bobol kotak amal di majelis taklim mangkurawang (Foto: pemilik majelis)
Rekaman cctv pria diduga bobol kotak amal di majelis taklim mangkurawang (Foto: pemilik majelis)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dikira Mampir Ibadah, Maling Kotak Amal Majelis Taklim Mangkurawang Terekam CCTV

Rekaman cctv pria diduga bobol kotak amal di majelis taklim mangkurawang (Foto: pemilik majelis)

Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin

TENGGARONG - Kotak amal di sebuah majelis taklim yang berada di Jalan Mangkurawang Dalam, RT 9, Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), diduga dibobol seorang pria.

Aksi tersebut terekam kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di sekitar lokasi. Selasa sekitar pukul 11.00 Wita.

Pemilik majelis taklim, Muhammad Noval Gazali, mengatakan pelaku terlihat mendatangi lokasi dan mengambil uang dari kotak amal.

Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku memiliki postur tubuh cukup besar dengan tinggi diperkirakan lebih dari 170 sentimeter.

“Kalau dilihat dari CCTV, badannya besar dan agak tinggi, mungkin 170 sentimeter lebih. Bajunya kurang begitu jelas, menggunakan jaket warna hijau atau hitam, celana jins dan membawa tas selempang,” ujar Noval.

Menurutnya, terdapat dua kotak amal yang diduga menjadi sasaran pelaku. Awalnya, pihak majelis taklim tidak menyadari adanya aksi tersebut.

Pelaku diduga berpindah dari satu kotak amal ke kotak lainnya. Setelah melihat kondisi kotak amal kedua, pengelola baru menyadari bahwa tempat penyimpanan uang tersebut telah dibuka dan uang di dalamnya diambil.

“Dia berpindah ke kotak amal yang satunya. Dari situ baru kami sadar ternyata dibobol dan uangnya diambil,” katanya.

Noval menyebut pihaknya belum mengetahui secara pasti jumlah uang yang hilang. Sebab, uang dalam kotak amal biasanya baru dibongkar dan dihitung setiap satu pekan sekali.

Namun, ia memperkirakan uang yang dibawa pelaku mencapai ratusan ribu rupiah dan kemungkinan tidak sampai Rp1 juta.

“Nominal pastinya kami belum tahu. Kalau sampai sejuta sepertinya tidak, kemungkinan kurang dari itu. Yang pasti ratusan ribu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, majelis taklim tersebut kerap disangka sebagai masjid oleh masyarakat karena sering digunakan warga untuk singgah dan melaksanakan salat.

“Kami kira mungkin aman saja karena orang-orang sering mampir untuk sholat. Ternyata ada juga yang mengambil uang dari kotak amal,” jelasnya.

Noval mengatakan kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi sebelumnya. Namun, saat itu lokasi belum dilengkapi CCTV sehingga pihak pengelola tidak memiliki rekaman yang dapat membantu mengidentifikasi pelaku.

“Kalau kejadian dulu sempat juga, tapi sudah lama. Waktu itu belum ada CCTV, jadi kami tidak bisa melihat siapa pelakunya,” ungkapnya.

Terkait kejadian terbaru, pihak pengelola belum membuat laporan resmi ke kepolisian. Mereka telah menyampaikan kejadian tersebut kepada pihak kelurahan dan berencana menindaklanjutinya.

Untuk sementara, berdasarkan rekaman CCTV, terdapat dua kotak amal yang diduga dibobol dalam kejadian tersebut.

Pihak pengelola berharap kejadian ini tidak kembali terulang dan masyarakat yang berada di sekitar tempat ibadah maupun majelis taklim dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi pencurian.