Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin
SAMARINDA – Bencana kekeringan di Kota Samarinda masih terus berlanjut disertai dengan kebakaran lahan. Metode penyiraman water bombing pun direncanakan bakal dilaksanakan.
Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso menyatakan helikopter untuk mendukung pelaksanaan water bombing di Kota Samarinda telah tiba di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto.
Pelaksanaan waterbombing diperkirakan mulai dilakukan pada Rabu (9/9/2026), setelah rapat persiapan teknis bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Kini helikopter sudah sampai di APT Pranoto,” kata Suwarso.
Menurutnya, rapat tersebut akan membahas persiapan pelaksanaan waterbombing, termasuk teknis penanganan kebakaran lahan di Samarinda. Hingga saat ini, satu unit helikopter terlihat berada di Bandara APT Pranoto.
Suwarso menyebut BNPB juga telah meminta data kebakaran lahan di Samarinda. Data tersebut telah disampaikan BPBD dalam bentuk grafik dan infografis sebagai bahan pendukung penentuan penanganan.
“Kalau sekarang bisa langsung dilaksanakan eksekusi, mudah-mudahan bisa dilaksanakan. Tapi setidaknya hari Rabu sudah bisa dimulai,” ujarnya.
Selain menyasar titik kebakaran, Suwarso berharap water bombing juga dapat dimanfaatkan untuk membantu pemulihan lahan pertanian yang terdampak kemarau.
Menurutnya, penyiraman lahan pertanian berpotensi mempercepat pengembalian fungsi sawah dan membantu menghidupkan kembali kondisi tanah.
“Sehingga petani juga bisa ikut merasakan manfaat dari waterbombing,” jelasnya.
Sementara jumlah kejadian kebakaran lahan di Samarinda hingga Senin (7/9/2026) mencapai sekitar 176 kejadian.
Suwarso menyebut titik kebakaran terbesar berada di wilayah Betapus, Lempake, Samarinda Utara yang mencapai 20,5 hektare.
Sebelumnya wilayah Bantuas sempat menjadi lokasi kebakaran lahan terbesar dengan luas sekitar 10 hektare.
“Dulu sempat terbesar itu di daerah Bantuas, kurang lebih 10 hektare. Tapi ini ternyata di sini ada 20,5 hektare,” pungkasnya.


