Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan
PENAJAM - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi Pelabuhan Benuo Taka mencapai Rp2 miliar sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Kepala Dishub PPU, Agus Dahlan mengatakan, pemerintah daerah menargetkan retribusi bongkar muat barang dan jasa Pelabuhan Benuo Taka di Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam sebesar Rp8 miliar di tahun ini. Namun, sampai saat ini yang terealisasi baru mencapai Rp2 miliar.
“Realisasi retribusi pelabuhan masih sangat rendah, baru Rp2 miliar,” kata Agus Dahlan, Selasa (8/9/2026).
Rendahnya realisasi retribusi Pelabuhan Benuo Taka, kata Agus Dahlan, dipengaruhi oleh aktivitas tambang batu bara yang belum berjalan maksimal. Karena, sampai saat ini perusahaan tambang batu bara di Benuo Taka belum mendapatkan dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Aktivitas tambang batu bara yang belum berjalan secara optimal berdampak besar terhadap realisasi retribusi Pelabuhan Benuo Taka. Karena selama ini, retribusi lebih banyak yang disumbangkan jasa bongkar muat batu bara di Pelabuhan Benuo Taka.
“Sejak Pelabuhan Benuo Taka beroperasi pada 2017, retribusinya paling besar CPO dan batu bara. Sampai saat ini aktivitas tambang batu bara belum berjalan, itu berdampak besar terhadap realisasi retribusi pelabuhan,” ujarnya.
Agus Dahlan menyatakan, target retribusi Pelabuhan Benuo Taka di tahun ini bakal sulit tercapai. Karena, sampai saat ini RKAB tambang batu bara belum diterbitkan pemerintah pusat sehingga aktivitas pertambangan belum berjalan optimal.
“Kalau dokumen RKAB tambang batu bara tahun ini tidak keluar, maka target retribusi pelabuhan diperkirakan tidak tercapai,” pungkasnya.


