Jalankan Program Roda Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Paser MOU dengan Perum Bulog

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Setelah penandatanganan MOU antara Dinas Ketahanan Pangan Paser dengan Perum Bulog Paser. (Foto: Dok Prokopim Paser)
Setelah penandatanganan MOU antara Dinas Ketahanan Pangan Paser dengan Perum Bulog Paser. (Foto: Dok Prokopim Paser)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Jalankan Program Roda Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Paser MOU dengan Perum Bulog

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Setelah penandatanganan MOU antara Dinas Ketahanan Pangan Paser dengan Perum Bulog Paser. (Foto: Dok Prokopim Paser)
Setelah penandatanganan MOU antara Dinas Ketahanan Pangan Paser dengan Perum Bulog Paser. (Foto: Dok Prokopim Paser)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Jalankan Program Roda Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Paser MOU dengan Perum Bulog 

Setelah penandatanganan MOU antara Dinas Ketahanan Pangan Paser dengan Perum Bulog Paser. (Foto: Dok Prokopim Paser)

Reporter: Muhammad Luthfi | Editor: Bambang Irawan 

TANA PASER - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser melalui Dinas Ketahanan Pangan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum BULOG).

Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan langkah awal untuk menjalankan program Revitalisasi Outlet Pangan Desa melalui Akselerasi Pangan atau Roda Pangan.

Bupati Paser, dr Fahmi Fadli mengatakan, berdasarkan pemutakhiran Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) 2025, Paser masih memiliki enam desa yang masuk kategori rentan rawan pangan.

Diantaranya, desa Rantau Layung dan Keladen masuk prioritas satu kategori sangat rentan. Desa Rantau Buta, Labuan Kalo, Selengot dan Kayungo Sari masuk prioritas dua kategori rentan.

“Penanganan kerawanan pangan harus menyasar persoalan dasar di masing-masing desa karena setiap wilayah memiliki akar penyebab masalah yang berbeda,” kata Fahmi.

Seperti di Desa Selengot dan Labuan Kalo, kendala utama adalah ketersediaan air bersih. Dengan begitu, teknologi desalinasi air laut menjadi air tawar dapat menjadi alternatif solusi.

Hal menjadi perhatian Fahmi, sehingga menginginkan keenam masuk prioritas perencanaan pembangunan tahun 2027, dengan target mengeluarkan desa-desa tersebut dari status rawan pangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Paser, M Arfah menambahkan, kehadiran program Roda Pangan ini ditujukan untuk menjawab persoalan masyarakat terkait tingginya harga pangan.

Melalui program Roda Pangan itu juga menjadi wadah untuk memastikan distribusi pangan di Bumi Daya Taka dapat tersalurkan dengan baik hingga ke pelosok-pelosok daerah.

“Kami akan terus berupaya agar keberlangsungan kehidupan masyarakat di Paser dapat terus meningkat dan semakin membaik,” tandas Arfah.

Sekadar informasi, pendatangan MOU antara Kepala Dinas Ketahanan Pangan Paser M Arfah dan Pimpinan Cabang Bulog Paser Ridhwan M tersebut berlangsung di Ruang Rapat Sadurengas, Kantor Bupati Paser, Senin (7/9/2026).

Disaksikan Bupati Paser dr Fahmi Fadli, Sekretaris Daerah (Sekda) Paser Katsul Wijaya, serta Asisten Ekonomi dan Pembangunan Adi Maulana, serta Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Paser, Djoko Bawono.