Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin
SAMARINDA – Kadar klorida air baku Sungai Mahakam di Samarinda yang sebelumnya berada dalam kondisi waspada kini bergerak menuju kondisi siaga. Peningkatan kandungan klorida hingga di atas ambang 250 parts per million (ppm) mulai memengaruhi produksi air bersih.
Perumda Tirta Kencana Samarinda oun terpaksa mengurangi jam operasional sembilan Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang menggunakan air baku Sungai Mahakam.
Kebijakan tersebut dilakukan agar produksi dan distribusi air bersih dapat menyesuaikan kondisi sumber air baku.
Pengurangan jam operasional ini diumumkan sejak Senin (7/9/2026) malam.
Staf Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda, Taufik mengaku dari total 21 IPA yang dikelola Perumda, sembilan IPA terdampak peningkatan kadar klorida.
“Produksi tidak lagi berjalan 24 jam dan akan kembali normal secara bertahap setelah kadar klorida turun di bawah 250 ppm,” kata Taufik.
Sembilan IPA yang mengalami pengurangan jam operasional yakni IPA Bantuas, Palaran, Pulau Atas, Kalhol, Sungai Kapih, Selili, Samarinda Seberang, Tirta Kencana dan Cendana.
Kondisi tersebut merupakan dampak kemarau yang memengaruhi sumber air baku. Intrusi air laut menyebabkan kandungan klorida di Sungai Mahakam meningkat sehingga proses produksi air bersih perlu disesuaikan.
Taufik menjelaskan, Perumda terus memantau perkembangan kadar klorida untuk menentukan penyesuaian operasional IPA. Produksi akan kembali ditingkatkan secara bertahap apabila kondisi air baku telah memenuhi ambang yang ditetapkan.
Untuk menjaga kebutuhan warga selama pengurangan jam operasional, Perumda Tirta Kencana juga menyiagakan terminal umum, serta menyediakan keran air gratis di sejumlah IPA terdampak.
Perumda mengimbau pelanggan yang masih mendapat aliran air untuk menampung air sebagai persediaan dan menghemat penggunaan. Masyarakat juga diminta memastikan tempat penampungan tetap bersih serta memanfaatkan terminal umum yang telah disiagakan.
Untuk kebutuhan air dalam jumlah besar, khususnya bagi permukiman, masyarakat dapat menghubungi call center Perumda Tirta Kencana di nomor 0811553536 atau melalui ketua RT setempat.
Taufik menegaskan, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga pelayanan air bersih tetap berjalan di tengah kondisi sumber air baku yang belum stabil.
“Kami juga menyediakan keran air di sejumlah IPA yang berada di wilayah terdampak, misalnya IPA Palaran. Warga dapat mengambil air secara gratis menggunakan jeriken atau wadah lainnya,” pungkasnya.


