Belasan Hari Berjibaku Padamkan Karhutla, Empat Petugas Damkar Kukar Kelelahan dan Sempat Dirawat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Potret dua petugas damkar dirawat karena mengalami gangguan kesehatan setelah memedamkan api (Foto: Media Sosial)
Potret dua petugas damkar dirawat karena mengalami gangguan kesehatan setelah memedamkan api (Foto: Media Sosial)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Belasan Hari Berjibaku Padamkan Karhutla, Empat Petugas Damkar Kukar Kelelahan dan Sempat Dirawat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Potret dua petugas damkar dirawat karena mengalami gangguan kesehatan setelah memedamkan api (Foto: Media Sosial)
Potret dua petugas damkar dirawat karena mengalami gangguan kesehatan setelah memedamkan api (Foto: Media Sosial)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Belasan Hari Berjibaku Padamkan Karhutla, Empat Petugas Damkar Kukar Kelelahan dan Sempat Dirawat

Potret dua petugas damkar dirawat karena mengalami gangguan kesehatan setelah memedamkan api (Foto: Media Sosial)

Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin

TENGGARONG - Musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.

Kondisi tersebut membuat petugas pemadam kebakaran harus berjibaku memadamkan api selama berhari-hari hingga berminggu-minggu.

Intensitas penanganan karhutla yang berlangsung cukup lama bahkan membuat sekitar empat orang petugas mengalami kelelahan dan gangguan kesehatan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani membenarkan sejumlah anggotanya sempat menjalani pemeriksaan kesehatan setelah mengalami kelelahan dan sesak napas saat bertugas di Kecamatan Muara Badak.

“Ya sempat melakukan pemeriksaan kesehatan karena kecapekan dan ada sesak napas,” kata Fida. Rabu (9/9/2026)

Menurutnya, kondisi tersebut dipicu oleh lamanya waktu penanganan karhutla di lapangan. Petugas di Muara Badak disebut telah bekerja siang dan malam selama hampir sebulan untuk menangani kebakaran.

“Teman-teman Muara Badak itu siang-malam, sudah 12 hari, mungkin sudah 20 hari. Sudah lama mereka bekerja,” ujarnya.

Fida mengatakan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi personel yang bertugas di lapangan. Kebutuhan operasional, mulai dari bahan bakar, peralatan hingga kebutuhan kesehatan, termasuk juga terus diperhatikan.

Untuk mengantisipasi kelelahan personel, Disdamkarmatan Kukar kemudian melakukan rotasi dan menambah kekuatan di lokasi. Sebanyak satu regu atau 12 personel dari markas komando (mako) dikerahkan untuk membantu petugas yang sudah lama berada di lapangan.

“Saya sudah bisa melihat teman-teman di situ sudah kelelahan, butuh tenaga baru, backup. Makanya saya backup dari Mako,” jelasnya.

Selain mengirim personel tambahan, anggota yang sebelumnya bertugas di Muara Muntai juga diberikan waktu istirahat sebelum sebagian di antaranya kembali digeser untuk memperkuat tim di Muara Badak.

Fida menegaskan aspek kesehatan personel menjadi salah satu perhatian dalam penanganan karhutla. Untuk kebutuhan obat-obatan, pihaknya mendapat dukungan dari puskesmas setempat.

“Obatan itu sudah difasilitasi oleh Puskesmas setempat. Dari pihak Puskesmas ada instruksi dari Pak Bupati, Pak Sekda, sama Dinas Kesehatan untuk mengecek rekan-rekan di lapangan semua,” katanya.

Ia memastikan kondisi petugas yang sempat mengalami gangguan kesehatan kini sudah membaik. Meski belum sepenuhnya pulih, mereka telah kembali dalam kondisi yang cukup baik.

Namun, Fida meminta personel yang sempat mengalami kelelahan tidak langsung kembali melakukan aktivitas pemadaman. Mereka untuk sementara diminta tetap berada di mako dan membantu pekerjaan lain seperti persiapan logistik.

“Alhamdulillah mereka sudah kembali sehat. Walaupun belum pulih 100 persen. Tapi tetap saya peringatkan untuk tidak melakukan kegiatan di lapangan dulu. Mereka stay di Mako saja, mungkin bisa membantu persiapan logistik,” tuturnya.

Fida menambahkan, selain faktor kelelahan, petugas juga harus menghadapi kondisi asap selama melakukan pemadaman. Kendati demikian, personel tetap diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Capek, lelah. Asap semua adanya, kecapekan. Walaupun kita di asap, kita pakai SOP, pakai standar juga, APD,” katanya.

Ia menggambarkan medan yang harus ditempuh petugas saat memadamkan karhutla tidak mudah. Petugas harus menghadapi berbagai kondisi medan, mulai dari tanjakan dan turunan hingga area rawa dan lahan gambut yang sulit dilalui.

“Jangankan mereka, kita yang memanage mereka saja luar biasa lelahnya. Apalagi teman-teman di lapangan secara fisik. Belum lagi tanjakan, turunan, kedalaman rawa, gambut yang harus kita tempuh. Itu tidak sembarangan,” ungkap Fida.

Sementara itu, hingga kini api masih ditemukan di sejumlah titik. Fida mengatakan pihaknya terus melakukan pergeseran personel berdasarkan laporan kondisi terbaru yang diterima dari lapangan.

“Masih ada api. Makanya saya lagi pergeseran tempat anggota di lapangan karena ada laporan dan video yang masuk tadi. Langsung saya suruh geser ke titik itu,” pungkasnya.