Banner ADV

Karhutla Jadi Perhatian, Persiapan HUT Berau ke-73 Tetap Berjalan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Karhutla Jadi Perhatian, Persiapan HUT Berau ke-73 Tetap Berjalan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Karhutla Jadi Perhatian, Persiapan HUT Berau ke-73 Tetap Berjalan

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Semarak peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau ke-73 dan Kota Tanjung Redeb ke-216 tetap masuk dalam agenda Pemerintah Kabupaten Berau.

Namun, pelaksanaannya tahun ini harus menyesuaikan dengan kondisi lingkungan yang tengah dihadapi daerah.

Kemarau panjang disertai ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu perhatian dalam persiapan rangkaian kegiatan yang dijadwalkan berlangsung September hingga Oktober 2026.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan persiapan kegiatan telah dibahas bersama sejumlah pihak melalui rapat koordinasi lintas sektor.

Menurutnya, berbagai kegiatan hiburan dan perlombaan masyarakat tetap dirancang, tetapi pelaksanaannya akan melihat perkembangan situasi, khususnya kondisi kualitas udara dan keputusan kepala daerah terkait izin pelaksanaan kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar.

“Banyak perlombaan yang akan disajikan. Hiburan masyarakat akan cukup padat mulai September sampai Oktober,” ujar Yudha.

Sejumlah kegiatan yang disiapkan tidak hanya berupa hiburan, tetapi juga mengangkat permainan serta budaya lokal. Salah satu yang diperkirakan kembali menarik perhatian masyarakat adalah lomba perahu panjang.

Selain itu, terdapat sejumlah perlombaan tradisional dan kegiatan yang memperkenalkan kekayaan kuliner khas Berau, seperti Ancur Paddas dan Puncak Rasul.

Permainan tradisional seperti hadang, sumpit hingga ketapel juga masuk dalam rangkaian kegiatan yang disiapkan untuk memeriahkan hari jadi daerah.

Rangkaian tersebut nantinya akan berlanjut hingga agenda puncak perayaan dan Berau Expo yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026.

Meski demikian, Disbudpar tidak ingin mengabaikan faktor keselamatan masyarakat. Kondisi udara akibat asap karhutla menjadi pertimbangan penting sebelum seluruh agenda dipastikan berjalan sesuai rencana.

Yudha berharap kondisi Berau segera kembali kondusif sehingga masyarakat dapat mengikuti seluruh rangkaian perayaan dengan aman dan nyaman.

“Kita semua berharap daerah kita aman dan terkendali dari kepulan asap akibat kebakaran, sehingga rencana pesta rakyat ini dapat terlaksana dengan lancar hingga ditutup dengan Berau Expo,” tandasnya. (Adv)