‎Pemkab PPU Distribusikan Ratusan Ribu Liter Air Bersih ke Warga Terdampak Kekeringan Akibat Kemarau

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pendistribusian bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kecamatan Babulu. (Foto: Pusdalops BPBD PPU).
Pendistribusian bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kecamatan Babulu. (Foto: Pusdalops BPBD PPU).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

‎Pemkab PPU Distribusikan Ratusan Ribu Liter Air Bersih ke Warga Terdampak Kekeringan Akibat Kemarau

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pendistribusian bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kecamatan Babulu. (Foto: Pusdalops BPBD PPU).
Pendistribusian bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kecamatan Babulu. (Foto: Pusdalops BPBD PPU).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

‎Pemkab PPU Distribusikan Ratusan Ribu Liter Air Bersih ke Warga Terdampak Kekeringan Akibat Kemarau

Pendistribusian bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kecamatan Babulu. (Foto: Pusdalops BPBD PPU).

‎Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin 
‎
‎PENAJAM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) menyalurkan bantuan air bersih mencapai ratusan ribu liter kepada warga terdampak kekeringan dari Agustus hingga awal September 2026. 
‎
‎Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Nurlaila mengatakan pendistribusian air bersih kepada warga terdampak kekeringan akibat kemarau telah dilakukan wilayah Kecamatan Penajam, Kecamatan Sepaku dan Kecamatan Babulu sejak Agustus 2026. 
‎
‎“Sampai saat ini total air bersih yang didistribusikan ke warga terdampak kekeringan mencapai 367 ribu liter dengan 84 kali perjalanan pendistribusian. Total pendistribusian bantuan air bersih ini terhitung dari Agustus sampai awal September,” kata Nurlaila, Rabu (9/9/2026). 
‎
‎Bantuan air bersih disalurkan kepada warga terdampak kekeringan di beberapa kelurahan/desa di Kecamatan Penajam, Sepaku dan Babulu.
‎
‎Wilayah yang mengalami krisis air bersih yang cukup parah yakni Desa Gunung Intan, Babulu Darat dan Sebakung Jaya di Kecamatan Babulu. Kemudian Kelurahan Penajam dan Desa Karang Jinawi di Kecamatan Sepaku. 
‎
‎“Pendistribusian bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan masih terus berlanjut sebagai upaya memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga,” ujarnya. 
‎
‎Pendistribusian bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan, kata Nurlaila, melibatkan lintas instansi mulai dari BPBD, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pertanian (Distan), Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan VI, Polres, Kodim dan perusahaan swasta serta pemerintah kelurahan/desa. 
‎
‎“Sumber daya yang dimiliki instansi pemerintah dan swasta baik mobil tangki maupun pompa air dikerahkan untuk mendukung kelancaran pendistribusian air bersih,” ujarnya. 
‎
‎Nurlaila menyatakan air bersih yang didistribusikan kepada warga terdampak kekeringan bersumber dari Water Treatment Plant (WTP) yang disiapkan Perumda AMDT, sumur bor dan embung terdekat dari wilayah sasaran. 
‎
‎“Pendistribusian air bersih terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak kekeringan. Kami juga meminta warga yang mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau, diminta segera melapor ke BPBD,” pungkasnya.