Banner ADV

Dinas Perikanan Selidiki Kematian Ikan Nila di Sungai Segah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Dinas Perikanan Berau menelusuri penyebab kematian ikan di kawasan Sungai Segah. (Foto: Dinas Perikanan Berau)
Dinas Perikanan Berau menelusuri penyebab kematian ikan di kawasan Sungai Segah. (Foto: Dinas Perikanan Berau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Dinas Perikanan Selidiki Kematian Ikan Nila di Sungai Segah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Dinas Perikanan Berau menelusuri penyebab kematian ikan di kawasan Sungai Segah. (Foto: Dinas Perikanan Berau)
Dinas Perikanan Berau menelusuri penyebab kematian ikan di kawasan Sungai Segah. (Foto: Dinas Perikanan Berau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Dinas Perikanan Selidiki Kematian Ikan Nila di Sungai Segah

Dinas Perikanan Berau menelusuri penyebab kematian ikan di kawasan Sungai Segah. (Foto: Dinas Perikanan Berau)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

‎TANJUNG REDEB – Kematian ikan nila yang ditemukan di kawasan keramba Sungai Segah, Kabupaten Berau belum menemukan titik terang. 

‎Menariknya, ikan mati tidak ditemukan merata di sepanjang aliran sungai, melainkan terkonsentrasi di sekitar saluran keluar-masuk air menuju area keramba.

‎Kondisi tersebut menjadi salah satu fokus Dinas Perikanan (Diskan) Berau dalam menelusuri penyebab kematian ikan.

‎Tim telah turun langsung menyusuri aliran Sungai Segah menggunakan speedboat sekaligus melakukan pengecekan kualitas air di sejumlah lokasi.

‎Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, mengatakan hasil pemantauan sementara menunjukkan kondisi berbeda antara area sekitar keramba dengan bagian sungai lainnya.

‎“Sampling di kiri dan kanan sungai tidak ditemukan kematian ikan. Hanya di dekat saluran keluar-masuk air itu saja yang ditemukan ikan mati,” ujarnya.

‎Temuan tersebut membuat penyebab kematian ikan belum dapat disimpulkan. Dugaan adanya pencemaran dari aktivitas di sekitar sungai masih menjadi salah satu kemungkinan yang diperiksa, termasuk potensi limbah rumah tangga maupun limbah bengkel.

‎Namun, Abdul Majid menegaskan dugaan tersebut belum bisa dijadikan kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

‎Pengecekan awal juga belum menunjukkan adanya indikasi air laut masuk ke kawasan tersebut. Salinitas air yang diukur tim berada pada angka nol.

‎Meski begitu, sejumlah parameter lain masih menjadi perhatian. Kandungan amonia serta kadar oksigen terlarut atau Dissolved Oxygen (DO) tengah diperiksa karena kedua faktor tersebut dapat memengaruhi kondisi kehidupan ikan.

‎Tak hanya persoalan kualitas air, Dinas Perikanan juga membuka kemungkinan adanya faktor penyakit pada ikan. Untuk memastikan hal tersebut, pemeriksaan akan melibatkan instansi lain.

‎“Sampai saat ini belum bisa disimpulkan karena pemeriksaan masih berlangsung,” katanya.

‎Dinas Perikanan Berau selanjutnya berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), serta Dinas Kesehatan. Pemeriksaan akan dilakukan lebih menyeluruh, baik terhadap kondisi perairan maupun ikan yang mengalami kematian.

‎Sambil menunggu hasil pemeriksaan, pembudidaya diminta lebih waspada, terutama ketika cuaca panas. Kepadatan ikan di dalam keramba disarankan dikurangi dan suplai oksigen dapat ditambah menggunakan aerator.

‎Abdul Majid juga meminta masyarakat segera melapor saat menemukan ikan mati dalam jumlah tidak wajar.

‎Menurutnya, laporan lebih cepat akan memudahkan tim teknis menelusuri lokasi dan mengambil sampel sebelum kondisi berubah.

‎Investigasi saat ini masih berlanjut. Tim Dinas Perikanan akan mengambil sampel dari beberapa titik di Sungai Segah dan secara bertahap memperluas pemeriksaan hingga wilayah Sambaliung. (Adv)