Neni Dorong Sekolah Jadikan Lingkungan sebagai Media Belajar Numerasi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Neni Dorong Sekolah Jadikan Lingkungan sebagai Media Belajar Numerasi

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Neni Dorong Sekolah Jadikan Lingkungan sebagai Media Belajar Numerasi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Neni Dorong Sekolah Jadikan Lingkungan sebagai Media Belajar Numerasi

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Neni Dorong Sekolah Jadikan Lingkungan sebagai Media Belajar Numerasi

Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mendorong sekolah memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai bagian dari proses pembelajaran. 

Salah satunya dengan menghadirkan taman literasi dan numerasi yang dapat digunakan peserta didik di luar ruang kelas.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, lingkungan sekolah memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran apabila dikemas secara edukatif. 

Materi numerasi, menurutnya, dapat ditempatkan di sejumlah area sekolah agar lebih mudah dikenali dan diingat siswa.

Hal tersebut disampaikan Neni saat menghadiri penyerahan simbolis paket seragam sekolah di SMPN 1 Bontang, Kamis (10/9/2026).

Ia mencontoh taman numerasi dapat diisi dengan materi sederhana seperti angka, perkalian, penjumlahan, desimal hingga hektare. 

Materi tersebut dibuat dalam bentuk yang mudah dilihat sehingga siswa dapat berinteraksi dengan pembelajaran meski berada di luar kelas.

“Pembangunan taman literasi dan numerasi adalah bagaimana taman ini dipenuhi dengan angka-angka, kayak desimal, hektare, kali-kalian, tambah-tambahan. Jadi mereka (anak-anak) termemori dalam ingatannya,” ujar Neni.

Menurut Neni, pendekatan tersebut penting karena kemampuan numerasi dasar masih perlu diperkuat.

Ia mengaku menemukan sejumlah siswa yang belum lancar mengingat perkalian saat melakukan kunjungan ke beberapa sekolah di Bontang.

“Sekarang ini kan banyak anak-anak ndak hafal kali-kalian. Kalau dites, mereka ini cenderung lambat,” katanya.

Karena itu, Neni menilai keberadaan taman numerasi dapat menjadi salah satu cara untuk membiasakan siswa berinteraksi dengan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari.

“Dari beberapa kali kunjungan ke sekolah, susah banget untuk perkalian. Nah, ini numerasi, literasi, pojok literasi, lapangan numerasi itu juga penting untuk mengembangkan memori anak,” jelasnya.

Neni meminta gagasan tersebut tidak berhenti sebagai konsep, serta mendorong sekolah mulai merealisasikan taman literasi dan numerasi dengan menyesuaikan kondisi serta kreativitas masing-masing.

“Saat ini taman numerasi di sekolah masih kurang sekali, ini harus direalisasikan karena ini merupakan program dari pemerintah,” tegasnya.

Ia berharap keberadaan ruang belajar terbuka tersebut dapat memperluas pola pembelajaran di sekolah. 

Dengan demikian, proses pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui lingkungan yang secara langsung mendukung peningkatan literasi dan numerasi peserta didik.