Reporter : Herdiansyah l Editor : Buniyamin
SAMARINDA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 5,24 persen, dari sebelumnya 5,27 persen pada Februari 2026.
Kepala BPS Kaltim, Mas'ud Rifai mengatakan angka tersebut menggambarkan masih adanya sekitar lima hingga enam orang yang belum bekerja dari setiap 100 orang yang masuk dalam angkatan kerja.
Meski penurunannya hanya 0,03 persen poin, perubahan tersebut menunjukkan adanya pergerakan positif pada kondisi pengangguran di Provinsi Kaltim.
"Kalau dilihat lebih rinci tingkat pengangguran masih menunjukkan perbedaan berdasarkan karakteristik penduduk dan wilayah," jelasnya
Menurutnya, dari sisi gender laki-laki tercatat lebih tinggi dibandingkan perempuan. Pada Mei 2026, TPT laki-laki berada di angka 5,57 persen, sedangkan perempuan sebesar 4,65 persen.
Ia mengaku perbedaan juga terlihat antara masyarakat yang tinggal di perkotaan dan perdesaan. TPT perkotaan tercatat 5,42 persen, sementara perdesaan berada di angka 4,77 persen.
"Hal ini berarti dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar 5 sampai 6 orang penganggur. Pada Mei 2026, TPT mengalami penurunan sebesar 0,03 persen poin dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 5,27 persen," kata Mas'ud, sapaannya.
Mas'ud menegaskan, data ini menunjukkan tingkat pengangguran Kaltim secara umum menurun pada Mei 2026 dan tantangan ketenagakerjaan memiliki rintangannya masing-masing.
"Perbedaan berdasarkan wilayah, gender dan tingkat pendidikan menjadi gambaran bahwa kondisi pasar kerja di Kaltim belum sepenuhnya merata," tutupnya.


