Warga Samarinda Butuh Air Bersih Diminta Lapor Lewat RT, Begini Alur Distribusinya

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Bantuan distribusi air bersih di Sungai Kapih, Kamis (10/9/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Bantuan distribusi air bersih di Sungai Kapih, Kamis (10/9/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Warga Samarinda Butuh Air Bersih Diminta Lapor Lewat RT, Begini Alur Distribusinya

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Bantuan distribusi air bersih di Sungai Kapih, Kamis (10/9/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Bantuan distribusi air bersih di Sungai Kapih, Kamis (10/9/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Warga Samarinda Butuh Air Bersih Diminta Lapor Lewat RT, Begini Alur Distribusinya

Bantuan distribusi air bersih di Sungai Kapih, Kamis (10/9/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA - Masyarakat Kota Samarinda yang membutuhkan bantuan air bersih selama kondisi kekeringan diminta melaporkan kebutuhan melalui ketua RT setempat. 

Laporan tersebut menjadi bagian dari alur pendistribusian air bersih yang disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang turut bekerja sama dengan Perumda Tirta Kencana. 

Warga dapat terlebih dahulu melaporkan kebutuhan air kepada ketua RT dengan mencantumkan lokasi, jumlah kepala keluarga atau jiwa yang membutuhkan, kebutuhan air bersih, serta nomor kontak yang dapat dihubungi.

Selanjutnya, RT mendata laporan dan meneruskannya kepada pihak kelurahan. Kelurahan kemudian melakukan verifikasi dan rekapitulasi kebutuhan sebelum meneruskan laporan kepada Satgas Penanganan Darurat Bencana (PDB) atau call center 0811-5537-007. 

Satgas PDB atau call center akan menerima dan mencatat laporan, melakukan verifikasi serta koordinasi dengan petugas di lapangan, kemudian menentukan jadwal dan lokasi pendistribusian air bersih.

Setelah itu, petugas atau tim distribusi menuju lokasi sesuai laporan dan menyalurkan air bersih kepada warga. Proses ditutup dengan dokumentasi serta pelaporan hasil distribusi.

Selain melalui alur tersebut, masyarakat juga dapat memanfaatkan fasilitas yang disiapkan Perumda Tirta Kencana untuk memenuhi kebutuhan air bersih selama pengurangan jam operasional.

Sebagaimana diketahui, pada Kamis (10/9/2026) setidaknya terdapat 10 IPA yang terdampak intrusi air laut sehingga memengaruhi jam operasional. Di antaranya yakni IPA Palaran, Bantuas, Pulau Atas, Kalhol, Sungai Kapih, Selili, Samrinda Seberang, Tirta Kencana, Cendana dan Gunung Lipan. 

Staf Humas Perumda Tirta Kencana, Taufik, mengatakan pihaknya telah menyiagakan terminal umum serta menyediakan keran air gratis di sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang terdampak salah satunya di IPA Sungai Kapih. 

“Perumda Tirta Kencana juga menyediakan keran air gratis di sejumlah IPA terdampak,” kata Taufik, Kamis (10/9/2026). 

Perumda mengimbau pelanggan yang masih mendapat aliran air untuk menampung air sebagai persediaan dan menghemat penggunaannya. Masyarakat juga diminta memastikan tempat penampungan tetap bersih serta memanfaatkan terminal umum yang telah disiagakan.

Untuk kebutuhan air dalam jumlah besar, khususnya bagi permukiman, masyarakat dapat menghubungi call center Perumda Tirta Kencana di nomor 0811553536 atau melalui ketua RT setempat.

Taufik menegaskan, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga pelayanan air bersih tetap berjalan di tengah kondisi sumber air baku yang belum stabil.

“Warga dapat mengambil air secara gratis menggunakan jeriken atau wadah lainnya,” pungkasnya. (Adv)